Minggu, 13 April 2014

Parfum mu

Ada sekilas aroma yang melintas didekat ku bahkan tak jarang mampir untuk menyapaku, enatah dari mana datangnya aroma ini yang jelas angin telah mengantarkannya pada ku,  mungkin angin ingin menyampaikan sesuatu pada ku lewat aroma ini, atau ia hanya ingin aku menikmati aroma yang dulu dapat menenangkan hati ku,

aroma ini tidak asing bagiku, ya mungkin karna ia adalah bagian dari dirimu, hal yang sangat dekat dengan mu, seolah dia adalah sebuah tanda akan ke datangan mu..
enatah ilusi atau hanya perasaan ku saja, atau mungkin hanya sebuah kebetulan, tp setiap kali aroma ini meyapaku, selalu ku dapati kau berdiri di sampingku, hal ini membuat ku yakin bila angin mengantarkannya pada indra penciumanku aku tau itu kau.. bukan yang lain, dan saat kau beranjak aroma itu pun hilang, tak jarang ku dapati aroma itu tetap tinggal menemaniku seolah menggantikan dirimu yang sudah beranjak meninggalkan ku, dan tetap setia di sampingku sampai rutinitasku selesai, ia membuat perasaan ku tenang seperti saat kau di sampingku,

bila angin menyapa ku dengan membawa aroma ini aku slalu melihat ke sekitar ku, berharap aroma ini datang dari mu, tp ternyata tak ada satupun orang di sekitar ku, tak ada kamu yang ku harapkan..
sudah lama aroma ini tak ku rasakan, dan sekarang ia datang bersamaan dengan hembusan angin sore ini,  dan hal ini benar-benar membuatku hidup aku membutuhkan semangat yang mulai padam beberapa minggu ini, dan aroma ini sangat membantu ku.

mungkin harus ku akui.. aku merindukan mu!

Salam rindu dari orang yang menyayangimu

Hai bulan, apa kau tau.. beberapa menit yang lalu bunda menanyakan mu, aku tidak tau angin apa yang menyapa bunda sore ini, atau mungkin kepala bunda habis terbentur  sebuah benda yang sangat keras hingga membuat ia menanyakan dirimu di tengah kesibukannya,

 Ia menelepon ku tadi, setelah ia selesai menanyakan ke adaan ku dan menanyakan ke adaan rumah, tanpa kompromi ia langsung membahas mu, aku kaget sungguh.. andai bunda bisa melihat ekspresiku saat  mendengar ia menyebut nama mu..

Ia menanyakan ke adaan mu, bagaimana pekerjaan mu, dan kau tau.. di menanyakan tugas akhir mu.. tak ku sangka bunda ingat hal itu, dan yang paling membuatku terdiam, bunda menyuruh ku untuk memberitahukan mu bahwa ia mengundang mu di acara makan malam bersama keluarga  besar kami tepat di hari ulang tahunnya, dan bila kau tak keberatan ia juga mengundangmu menginap di villa kami di pangandaran,
sial! aku bingung, apa yang harus ku katakan pada bunda, aku tak mungkin mengajak mu, andai bunda tau usaha ku untuk melupakanmu
aku tau bunda sudah tau tentang kau dan aku, tp entah mengapa dia terus menanyakan  keadaan mu

Hai kau bulan!! sihir apa yang kau gunakan sehingga bunda ku terus mengingat dan menanyakan mu, padahal ia belum pernah berhadapan langsung dengan mu, berbica dengan mu pun tidak pernah..  mungkin ini salah ku karna selalu menceritakan mu pada bunda, sehingga bunda menganggap mu menjadi bagian dari keluarga, 

bulan.. ku harap kau tak keberatan dengan bunda yang terus menanyakan mu karena memang begitulah sifat bunda, ia selalu menayakan siapapun orang yang menurutnya baik dan mungkin berkesan di hatinya, tapi tenang bulan.. aku tak akan menyampaikan hal apapun kepada mu bila bunda menanyakan mu, agar kau tak merasa terganggu, tapi ketahuilah kau memiliki orang yang sayang pada mu meski orang itu tak ada di sekitar mu, dan tak pernah kau tau rupanya.


salam rindu dari orang yang menyayangimu.

Sabtu, 15 Maret 2014

Tak Sekuat yang Ku Bayangkan

Malam ini terasa berbeda, entah mengapa..
Tubuh ku lemas, kulit ku memucat, bibir ku bergetar, dan mataku mulai tak mampu menampung air mata yang dari tadi ku tahan,aku merasakan hembusan angin yang sedari tadi terus menerpa ku, tapi entah mengapa di tengah hembusan angin yang seharusnya dapat membuat ku tenang, aku malah sulit untuk bernafas.
Nafasku tercekat, dadaku sesak, seperti terdapat bongkahan batu di rongga hidung yang menghalangi udara untuk masuk ke paru-paru ku. aku semakin sulit bernafas saat air mata terus mengalir seakan enggan tertahan lagi.

Diriku tak sekuat yang ku bayangkan, aku bisa tertawa lepas di depan mereka, senyumku bisa terus berkembang saat bersama mereka, aku bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesah mereka berjam-jam seakan diriku bebas dari masalah, aku bisa membuat duniku seakan hidup. Tapi setelah aku tak bersama mereka, setelah waktu bersama mereka tlah usai, duniaku kembali gelap.. masalah yang ada kembali terlintas, aku mati..jangankan untuk tertawa tersenyumpun enggan.
Bukan berarti aku mengenakan topeng saat bersama mereka, hanya saja aku tak ingin mereka tau masalah ku, bukan aku tak mau berbagi dengan mereka, aku hanya ingin berbagi kebahagian yang ku miliki dengan mereka bukan berbagi kisah pilu yang ada di hidupku.
Mereka selalu berkata betapa enaknya menjadi diriku, melewati hari dengan tawa tanpa beban. Hm.. kalian salah kawan, hidupku tak seindah dan tak semudah yang kalian lihat, aku sama seperti kalian.. manusia yang memiliki berbagai masalah yang menimpahku, hanya saja aku tak pernah memberitahukannya pada mu, aku mencoba menyimpannya hanya untuk diriku sendiri.
Saat ini aku tak mampu lagi menahan, maka ku biarkan air mataku meluap mengeluarkan berbagai emosi yang tlah lama terpendam, Tuhan...aku tau hanya engkau yang Maha kuat dan aku makhlukMu yang lemah, aku merindukanMu tuhan.. maukah kau memelukku.

Aku merindukanMu tuhan,
kau yang maha tahu.. bila aku tak mampu lagi melewati ini,

maka izinkanlah ini semua berakhir.

Lagi!

Hadir lagi..
Sosok lama dan perasaan yang lama
Yang dulu sempat sirna, karam di terjang derasnya perjuangan hidup dan perasaan yang mengancam

Dalam sekejap ia kembali,
Perasaan serta sosok lama, kembali dalam sebuah kisah yang baru,
Kisah yang membuat segalanya menjadi sempurna, kisah yang menawarkan banyak hal indah di dalamnya, membuat sebuah fatamorgana menjadi nyata, membuat khayalan menjadi sebuah mimpi, dan membuat sebuah mimipi menjadi harapan.

Harapan? Bodoh!
Ia bukan milik ku, ia di ciptakan bukan untuk ku, bahkan hatinyapun bukan untuk ku, hatinya sudah milik orang lain, orang yang benar-benar di ciptakan untunya.
Lalu.. mengapa ia kembali?
Ia kembali karena..

Hm, entahlah aku sendiri tak mengerti mengapa ia kembali, aku tak tahu mengapa tuhan mempertemukan aku dengannya, aku tak tau untuk apa tuhan melakukan ini, yang aku tau dia hadir saat semua terasa gelap, sunyi, dan tak ada harapan.

Sabtu, 15 Februari 2014

Untuk mu

Aku senang melihat mu tersenyum, senang bisa mendengar suara dan tawa mu,
dan aku juga senang kau bisa berdiri tegap di hadapanku sekarang..
itu berarti tak ada satupun yang kurang dari mu.. setidaknya secara fisik kau sehat, meski aku belum mengetahui bagaimana kondisi hati dan perasaan mu saat ini,

 Rasanya diri ini enggan sekali menanyakan seperti apa perasaan mu, apakah  kau bahagia, sepertinya memang aku tak perlu melontarkan pertanyaan seperti itu pada mu, karna ku yakin kau pasti bahagia dengan keadaan mu sekarang, tapi harus ku tanyakan ini pada mu, hanya untuk sekedar memastikan dan meyakinkan hati ku sendiri bahwa kau memang bahagia,
maka ku beranikan diri untuk menanyakannya pada mu.. menghabiskan beberapa menit untuk mencari kalimat yang tepat untuk menanyakannya pada mu, hingga akhirnya ku putuskan untuk mengucapkan "Are you happy now dear? " berharap kau menjawab 'ya..' , dan kau tau bagaimana perasaan ku ketika membuka balasan pesan dari mu yang bertuliskan " Always " dengan lambang smile di akhir kalimat itu seperti apa, aku merasa senang, karna perasaan ku tidak salah dan aku senang karna tuhan ternyata berbaik hati dengan ku karna meberikan apa yang ku harap kan,

 Saat kau menanyakan padaku mengapa aku bertanya seperti itu.. jujur aku bingung, aku tidak tau apa yang harus ku katakan, karna pertanyaan itu hanya untuk memastikan kau bahagia di sana,
kau tau.. hampir di setiap malam, di waktu khusus ku dengan tuhan, aku selalu menceritakan tentangmu kepadanya,aku selalu berharap tuhan tidak bosan dengan semua ceritaku, dan diakhir cerita, aku selipkan satu doaku untuk mu.. aku meminta agar tuhan selalu memberikan mu kebahagiaan.. hanya itu yang ku minta, maaf tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya itu yang bisa ku panjatkan untuk mu... karna menurut ku bila tuhan telah melimpahkan kebahagiaan pada mu, maka kau dapat mensyukuri setiap nikmat yang tuhan beri, dan semua masalah yang kau hadapi akan dengan mudah terselesaikan, sehingga kau tak perlu memikul bebanmu terlalu lama. Dan  sekarang aku tau tuhan mendengar dan mengabulkan doa ku, karna sekarang kau bahagia.

Ku harap kau tak merasa terbebani bila aku tetap mendoakan mu dalam gelap ku, tetap memuji mu dalam bungkam ku,  dan menjadi salah seorang yang memperhatikan mu di tengah banyaknya orang yang tengah mencari simpati mu, walau aku terhalang oleh banyaknya hal yang megelilingi mu atau bahkan hannya berupa bayangan yang tak pernah kau lihat wujudnya, aku tetap menikmati itu, karna bila kau bahagia aku pun demikian.

                                                                                                Untuk mu..
yang pernah menjadi bagian dalam hidupku,
Yang pernah menjadi penyemangat hariku,

Semoga kebahagiaan selalu bersama mu.

Kamis, 13 Februari 2014

hati dan fikiran,

Senja kembali menyapa, matahari sudah mulai meninggalkan singasananya, dan untuk ke sekian kalinya ku biarkan harapan ku lenyap bersamaan dengan terbenamnya sang mentari, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karna aku tak dapat melihatmu sebagai pengobaat rinduku,

ya seharusnya aku tau diri,
siapa aku.., apa kepentingan yang aku miliki sampai ia harus menemuiku,
apa yang akan kau katakan apa kau hanya ingin menemuinya dengan alasan ingin mengobati rasa rindu? hm.. orang itu terlalu sibuk jika kau ingin menemuinya dengan alasan seperti itu,
Bukankah jika memang memiliki rasa yang sama dengan ku seharusnya ia bersedia menemuiku di tengah kesibukannya?
Hei, kau bukanlah wanita yang ia inginkan, masuk dalam kriterianya pun tidak, bagaimana kau bisa berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan mu..
Tapi dulu.. aku dan dia pernah menjadi kita, lalu.. apa salah jika aku berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan ku?
Kita?.. apa kamu yakin dengan itu? apa kamu yakin pada saat kau dan dia menjadi kita ada sebuah perasaan yang sama.. bukankah hanya kau yang memiliki perasaan itu.. dan bukankah dia hanya mencoba memiliki perasaan yang sama dengan mu?
Tapi waktu itu.. dia mengatakan bahwa ia menyayangiku, dan sikapnya sangat manis kepadaku, ia juga berjanji ya walaupun aku tidak ingat jelas apa janjinya pada ku, tapi yang pasti ia berjanji akan menyayangiku dan menghargaiku,
Bodoh! apa kau tidak lihat sikapnya yang manis kepada semua orang? bahkan kepada temanmu sendiri..apa kau yakin bahwa ia hanya mengatakan itu pada mu?  apa kau tidak ingat bahwa ia telah menecewakanmu? apa kau tidak ingat bahwa hati mu pernah terluka dengan sikapnya? apa kau lupa jika kau pernah menyia-nyiakan air mata mu untuknya hampir di setiap malam tiba..sedangkan ia yang kau tangisi sedang asik tertawa bersama teman wanitanya tanpa pernah memperdulikan mu apa lagi air mata mu yang jatuh untuknya.. apa kau tidak ingat rasa sakit yang kau rasakan pada saat kau tau bahwa ia tidak menyukaimu bahkan tidak pernah melihatmu dengan jelas.. sedangkan kau sibuk memperhatikan setiap detai dari dirinya.. apa kau tidak ingat?! apa rasa sakit itu kurang untuk membuatmu memiliki rasa jera menunggu dan menyayanginya?

Hei! enough!  kau tidak mengerti apa yang ku rasakan.. kau hanya memikirkan apa yang kau lihat, kau memang tidak pernah mengerti apa yang ku rasakan.. ya ku akui aku memang kecewa dengan sikapnya dan aku juga tidak memungkiri rasa sakit atas kenyataan itu.. tapi apa kau tau.. rasa sakit itu tidak akan membuatku jera untuk menyayanginya, aku telah putuskan untuk tidak menunggunya lagi.. karna aku tau bahwa ia tidak akan datang untuk menemuiku, ia tidak akan memiliki rasa yang sama dengan ku. Tapi aku tidak pernah memutuskan untuk tidak lagi menyayanginya.. bukankah jika kita tidak pernah jatuh maka kita tidak akan merasakan sakit  dan bukankah dengan jatuh kita belajar untuk kembali bangkit.. dia memang pernah mengecewakan ku dan aku memang pernah sakit karnanya..  tapi bukankah setiap manusia pernah membuat kesalahan, dan bukankah hati manusia di rancang untuk memaafkan kesalahan orang lain,..lalu ku tanyakan pada mu.. apa salah ku, jika aku memaafkan dan tetap menyayanginya, dan sedikit berharap bahwa ia akan melihat dan merasakan bahwa aku pernah menjadi bagian dari dirinya.
       Wow, kau terlalu menggunakan perasaan mu, seharusnya ku tau bahwa segal hal harus di fikirkan dengan terlebih dahulu, tidak bisa hanya menggunakan perasaan, sudahlah.. kita adalah satu, bukan kah hati dan fikiran seharusnya saling berkaitan? Untuk saat ini ku biarkan kau bertindak sesuai keinginanmu, karna masalah mu saat ini adalah cinta..hal yang taksanggup ku tangkap dengan nalarku, tapi jika kau mendapatkan masalah yang tak sanggup kau selesaikan , biarkan lah aku membantu mu, mengambil bagian ku untuk memecahkan masalah yang tak bisa kau selesaikan hanya dengan perasaanmu

Sabtu, 08 Februari 2014

apa dan kenapa?

Apa...?
Apa yang kamu mau?
Apa yang ada di pikiran mu?
Apa kau tak sadar bahwa apa yang sekarang kau  lakukan membuatku geram?
Apa kau tak ingat dengan perkataan mu dulu?
Apa kau tak sadar bahwa ucapanmu dulu sangat menyakitkan ku?
Apa yang kau rasakan?
Apa yang sebenarnya ada di hati mu?
Kenapa..?
Kenapa kau melakukan ini?
Kenapa harus aku?
Kenapa kau selalu membalikkan ke adaan?
Aaaagggh... terlalu banyak apa dan kenapa, terlalu banyak tanda tanya yang terlintas di otak ku, dan tak satupun jawaban yang ku dapat dari pertanyaan itu..

Aku tak mampu menanyakannya, bibir ku terlalu lemah untuk bertanya, meskipun serentet pertanyaan sudah mengepung di dalam otak, bukan hanya bibirku yang tak mampu, telinga dan hatiku juga sepertinya tidak siap mendengar jawaban atas pertanyaan itu, walau otak ku terus memburu demi mendapatkan satu jawaban yang pasti. Berbagai pikiran negatif mulai hadir, hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi mulai terbayangkan..  dan sekarang, bayangan ini mulai mengganggu ku, mulai mengusik tidur ku.. aku ingin ini semua cepat berakhir, adakan yang dapat membantuku mengakhiri ini?!

hmm..


hai hujan..
 kau tau.. hari ini aku menemui banyak hal baru, hal yang sedikitpun tak pernah ku ke ketahui sebelumnya.. hari ini aku juga mendapatkan teman baru, meski aku hanya dapat menjumpainya pada saat pagi datang..
 hm.. aku juga dapat masalah baru.. masalah yang ku pikir sudah ku bereskan dengan rapih tanpa ada satupun yang terlewat, dan hari ini... aku sudah melahap semua proposal yang di berikan pada ku, kau benar ternyata membuat laporan tak semudah yang di bayangkan, aku menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop untuk ini.
oh iya, aku bertemu dengannya.. kau tau apa yang ia lakukan kepada ku? sungguh menyebailkan! dia melakukan hal yang sama seperti yang pernah ku ceritakan pada mu waktu itu, aku tidak mengerti mengapa.. dan apa maksudnya, tapi yang pasti dia masih orang yang sama, orang  yang berani menggeser posisimu tanpa permisi.
Hujan.. aku bingung, aku tidak mengerti dengan perasaan ku saat ini, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, aku sudah menyerah dan mencoba berdamai dengan keadaan.. tapi mengapa yang ku dapat adalah hal yang tak pernah ku inginkan?
Hujan aku sungguh merindukan mu saat ini, aku membutuhkan mu..

Aku rindu suara mu, pulanglah.. kan ku ceritakan semua kepada mu.

Minggu, 02 Februari 2014

Bolehkah?

Kurasa langit bersekongkol dengan awan kelam malam ini...
Ya ini pasti ulah awan itu, entah apa yang awan katakan sehingga langitpun terhasut olehnya malam ini,
Awan ini sungguh menyebalkan!
 ia menyembunyikan bulan dari ku,!
ia menghalangi pandangan ku!

hei kau awan!
Apa salah ku pada mu? Sampai kau tak mengizinkan ku untuk melihat bulan..
Apa yang kau mau? Mengapa kau sembunyikan cahaya bulan dariku?
Mengapa kau begitu egois! Apa salah ku?!
Apa yang harus ku lakukan untuk mu.. agar kau berbaik hati membagi sedikit cahaya itu untuk ku,
Bagaimana lagi caraku meyakinkan mu.., bahwa aku tidak akan mengganggunya! Dan aku tidak akan mengambilnya darimu!!
Aku hanya ingin sedikit cahayanya, sedikiit saja... dan selebihnya akan ku serahkan padamu, ku biarkan itu jadi milik mu.. takkan pernah ku ganggu, sedikitpun tidak.
Jika cahaya itu terlalu berharga, dan aku tak pantas mendapatkannya, maka ku mohon izinkanlah aku melihatnya, izinkan aku memandangnya, memperhatikan setiap detail darinya, dan biarkanlah otakku merekam bayangnya, agar aku tetap dapat melihatnya, meski yang kulihat hanyalah sebuah bayangan, agar aku merasakan bahwa ia tetap ada disampingku, meski ku tau hal itu takkan pernah nyata.

Bolehka??
Maukah kau berbaik hati denganku?
Ku mohon untuk malam ini saja, mau kah kau beranjak dari singasanamu agar aku dapat melihatnya?


Maaf

Maafkan aku..
aku akan pergi untuk yang kedua kalinya,
maafkan aku, saat kau ada di dekatku aku tak pernah paham tentangmu,
maafkan aku, tak mau diri ini lukai hatimu.. namun diri ini tak ada daya,

Cinta...
biarkan aku jauh denganmu,
namun setiap denyutku adalah kepunyaan mu..
maafkan aku,
ini mungkin kali terakhirnya, namun kenanganmu selalu ada di lubuk hatiku.


Kamis, 30 Januari 2014

Apakah ini sebuah kebetuan?

Apa yang Tuhan mau..
Bagai mana cara yang Tuhan ingin kan.. tidak ada satu manusia pun yang akan mengerti, Tuhan selalu punya caranya sendiri.. ia tau mana yang terbaik untuk makluknya.. dan rencana apapun.. jika terdapat campur tangan Tuhan didalamnya tentu akan terasa sangat indah.. tidak ada satupun manusia yang tau apa yang Tuhan rencanakan..

Seperti sekarang.. aku tidak mengerti apa yang Tuhan inginkan.. apa yang Tuhan rencanakan.. mengapa Tuhan hadirkan dia lagi di hadapan ku.. di saat aku telah bersusah payah menghindarinya.. menghindar untuk tidak bertemu bahkan untuk sekedar menyapanya..

Aku tidak mengerti apa yg tuhan rencanakan.. , sekuat tenaga aku menahan diri untuk tidak mengetahui kabar tentangnya.. dengan berbagai cara mencoba menghilangkannya dari ingatan, mencari kesibukan disetiap, detik, menit dan hari yang ku miliki agar ku tidak memiliki waktu untuk mengingatnya..
dan sekarang di waktu dan saat yang tak pernah ku bayangkan.. ia membawa ku bertemu dengannya,
orang yang sudah dua minggu ku hindari..
orang yang sudah tak ingin ku dengar kabarnya..
orang yang tak ingin ku lihat wajahnya, meski rasa rindu berkecamuk dalam dada

sekarang.. orang ini di hadapanku.. menanyakan kabar dan memberi tau apa kesibukannya sekarang..
aagh,! ada di hadapannya, mendengar kembali suaranya, melihat tingkahnya.. semua hal yang terjadi membuat ku seakan tertarik kembali ke masa itu..
usaha untuk melupakannya,
usaha untuk menghilangknya, usaha untuk tidak mengetahui kabarnya.. sekarang tersa sangat sia-sia,  sangaaaat sia-sia

bertemu dengannya, duduk disampingnya, berbicara dengannya.. apakah ini sebuah kebetulan?
Sebuah kebetulan?? Setau ku.. semua hal yang terjadi sudah diatur olehNYA.. dan untukNYA tidak ada satu halpun yang tidak mungkin,jadi menurutku ini bukan sebuah kebetulan,

tetapi sekali lagi aku masih tidak mengerti apa maksud tuhan.., DIA memang maha membulak-balikan hati manusia.

                                                                             Kamu-

Rabu, 29 Januari 2014

menurut mu?

Menurutmu,
bagaimana rasanya menelan fitnah tanpa d beri kesempatan untuk membantah? Sakit? Sedih? Atau hanya bsa pasrah?
Kau tidk tau apa2 kawan.Kau harus merasakan seperti aku.

Menurutmu,
bagaimana rasanya tidak dapat mengenggam erat apa yang kita punya? Sakit? Sedih?Atau hanya bisa pasrah?
Pengalaman mu belum cukup kawan,kau harus ada d tempat ku untk tau hal ini.

Menurutmu,
bagaiman merasakan cinta hanya dalam waktu sekejap? Sakit? Indah? Menyedihkan?
Sebenerny apa yg kau alami d dunia kawan? Imajinasimu sungguh murahan! Kau harus dengar cerita pahitku,atau kau mau merasakan nya?

Menurutmu,
bagaimana rasanya hanya bs mencintai bayangan d setiap hela nafasmu? Menyedhkan? Menyenangkan? Atau biasa saja? Munafik kau kawan! Bgaimana kalau kta bertukar tempat supaya kau tau benar apa rasanya?Berani kau kawan?

Menurutmu,
bagaimana rasanya hampir mati lemas dalam timbunan tekanan? Menyakitkan? Berharapkah kau adanya pertolongan? Wah,,aku rasa kita harus benar2 tkar tempat kawan! Jawabmu.Hanya simpati belaka!

Menurutmu,
Bagaimana memeluk kecemasan bahkan dengan mata terttup? Gelisah? Sakit? Pilih mati? Tenang kawan aku tidak akan menyuruhmu bertkar tempat dengan ku,aku yakin kau akan merasakan nya sendri,tunggu saja.

Menurutmu,
bagaimana rasanya hanya mentipkan salam untkmu saat hujan turun? Bagaimana rasanya hnya dpt merasakan begitu dekatnya denganmu saat derasny hujan mulai tersentuh? Bagaimana rasanya menangis bersama rintihan hujan? Bagaimana rasanya mengetahui cinta untkmu tmbh liar tanpa ku perhatikan?

Akhiri ini semua kawan datanglah,tingallah d hati dan kehidupnku,sbgai engkau bukan sebagai bayangan.

Kita adalah kita

Tergambar berpuluh wajah dalam benak,
Beribu ekspresi dalam ingat,
Berjuta rasa dalam hati,
Terpatri dengan kuat tak terganti,

Aku tak perduli ocehan angin,
Ku hiraukan bualan daun kering, kita adalah kita
Yang tau dan paham adalah kita
Bersenang kita tertwa, menggenggam  erat tangan pertemanan, bercengkrama bersama..
Dan sekali lagi kita hiraukan ocehan angin

Berdukanya kita tetap bersama, saling memeluk menghangatkan.
Mengecup kening saling menenangkan, kita hanyut dalam duka dan membuangnya bersama.
Terpatrinya keluarga kita bukan bualan, terciptanya rumah kita bukan hanya angan, apalagi rasa kita..
Bukan seperti janji politik yang menggemparkan, tetapi tidak berpondasi kuat.

Kita adalah kita..
Seperti enceran besi yang dibentuk tukang besi, di cetaknya dalam satu wadah cinta, di palunya dengan kuat di bentuk seperti kita, terkhir diasahnya hingga kita siap menjadi kita.

Kita adalah kita..
Terpadatkan layaknya baja,
Terusiknya kita adalah kesakitan si perusak
Mereka menyentil, maka kita membantai..

Kita adalah kita,

Seperti edelweis di daratan bersalju, terus merekah di tenggah keadaan yang mencekam.

Minggu, 26 Januari 2014

ku harap kau beri hatimu

Saat kau membaca isi hatiku, mungkin aku sudah ditelan bumi, namun tak perlu kau sesali.. karena selama ini aku bahagia.
Hanya dengan menggoreskan wajahmu di dinding sanubariku, aku dapat bertahan hingga akhir waktu ku.
Terlihat pilu memang.. namun tak pernah ku sesalkan, sedikitpun tidak!
Ku harap kau tak merasa iba, karena aku tak pantas dikasihani,

Hanya aku yang tau siapa aku,
Dan kau....
Aku hanya berharap kau beri hati mu.
                                                                                                                Moon-


Nyatakah itu?

Aku bermimpi dalam sadar
Apa bila suatu saat hujan datang untuk menjemputku, ingin sekali ku menyentuhnya, kan ku ceritakan semua hal yang terjadi padaku saat ia tidak ada disisiku.. tanpa ada sedikitpun yang terlewat, ingin ku memeluk dan memberitaunya bahwa aku sangat merinduknnya.. dan ingin sekali ku memakinya karena ia tak kunjung datang untuk menjemputku.. hingga aku hampir lupa bagaimana rasanya menyentuh hujan,

........

hujan datang..
Aku menyambutnya dengan penuh suka cita, kedua tangan  ku rentangkan untuk menyetuhnya,
Dan disaat kami bercengkrama, tubuhku memucat, tangan dan kakiku membiru, aku tak perduli dengan semua hal itu, tidak ada yang boleh memisahkan ku lagi dengan hujan.
Aku terus menari bersama hujan, hingga akhirnya aku terjatuh bersamanya,

Nyatakah itu?

Aku takut..

Senin, 20 Januari 2014

Berbeda!

Hujan dan mentari adalah dua hal yang berbeda..
Mentari tidak akan pernah ada disaat derasnya hujan, dan hujan tidak akan pernah ada disaat teriknya sang mentari..
Mungkin.. mentari ada,
Tapi tidak disaat derasnya hujan terus membasahi, tidak disaat hujan terus mengukir kisahnya di sini, tidak disaat derasnya hujan terus mengalir menggambarkan kisah pilu tanpa henti.
Ada! mentari ada..
Tapi di sana..  bersembunyi seperti seorang pecundang yang hanya bisa lari disaat semua permasalahan bergantung padanya, mengilang disaat semua membutuhkan cahayanya, diam membisu disaat semua membutuhkan penjelasannya, dan lenyap seaakan tidak pernah ada kisah disini.
dan sekarang.. yang ada hanya hujan bukan mentari !
entah sampai kapan hujan akan terus bertahan.. dan entah sampai kapan mentari membisu.
yang aku tau.. hujan dan mentari tidak sama, mereka berbeda!

aku atau semua ini

Aku  jenuh dengan siang..
Aku bosan dengan malam..
Aku enggan dengan bualan..
Aku muak dengan omong kosong, dan aku mulai tidak percaya dengan janji...

Aku benci dengan keadaan seperti ini
Entah mengapa.. tapi yang pasti aku ingin semua ini cepat berakhir..
Bukan egois,
 Bukan tidak memiliki rasa syukur,
Bukan marah atau kekanak-kanakan, dan bukan berarti hidupku penuh dengan kebencian, hanya saja.. aku lelah.
Aku tidak mengerti mengapa semua ini belum berkhir,  entah apa dan siapa yang akan menang.. aku atau semua ini..  Dengan akal sehat aku ingin semua cepat berakhir, namun dengan hati.. aku ingin lebih dulu pergi, pergi meninggalkan segalanya, segala rasa yang berkecamuk di dada dan semua rasa yang bahkan tidak pernah aku rasakan, aku ingin lebih dulu pergi tanpa harus mengetahui apa akhir dari semua ini.

Manusia adalah makhluk yang mudah lelah.. dan aku..
Aku adalah manusia!!






Sabtu, 18 Januari 2014

entah apa yang terjadi padanya

Sudah dua minggu ia diam,

Tidak ada sedikitpun kata keluar dari mulutnya, tidak ada tawa, bahkan tidak ada ekspresi yang tergambar di wajahnya.

Ia memiliki paras cantik, yang mampu membuat siapa saja yang memandangnya merasa enggan untuk sekedar memalingkan pandangan darinya, mata bulat berwarna hitam pekat, tawa khas dengan sedikit desahan, serta senyum manis yang dapat membius setiap oarang yang berada didekatnya, namun sekarang semua hilang terhalang oleh mendung yang menguasai wajahnya, kulitnya yang putih segar  kini pucat tak terurus.

Saat ini, folder adalah teman sejatinya dan maya adalah dunianya
Entah apa yang terjadi padanya, fisiknya sehat, hanya saja jiwanya sekarat,
Entah apa yang sudah membentur kepalanya hingga ia seperti ini, mungkin ini saat terpuruk untuknya, ini pilihannya.. tak ada yang dapat membantunya.
Mungkin maya mampu mengembalikannya seperti semula, maka saat ini.. ku biarkan ia terlena oleh maya, ku biarkan ia diam dan melakukan apapun yang ia mau, ku biarkan jarinya menari mengukir kata yang mungkin dapat membuatnya merasa bebas.

Tapi kan ku tampar ia.. jika ini berlangsung selamanya, ku tampar dan ku caci ia jika terus menganggap maya adalah dunianya yang asli, karena tuhan menciptakannya sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain utuk saling menjaga dan membantu, bukan sebagai makhluk individu yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri!

Selasa, 14 Januari 2014

ah...! aku berharap menjadi aku yang dulu.

Tidak ada yang bisa kita pikirkan jika kita tidak melakukan apapun dalam kurun waktu yang terbilang sangat lama.
Tidak ada logika yang terpikir, tidak ada angka yang terjumlah, tidak ada rumus yang menari, benar-benar tidak melakukan apapun, dan tidak berpikir. Otak seperti tertarik dengan dunia maya yang tidak pernah habis.
Ingin memulai.. sayangnya tidak tahu dimana pangkalnya, memang tinggal beberapa hari saja, tetapi tetep saja terasa berat.
Aku yang dulunya tidak bersahabat dengan tv, kini aku setia dihadapannya.
Bayangkan, apa yang bisa ku lakukan saat masuk kuliah nanti, jika aku tetap seperti ini..

aaah...! aku berharap menjadi aku yang dulu.

Diam..

Aku hanya ingin diam
Hanya diam, bukan untuk mengahiri semua.
Cuma.... diam.

Aku hanya ingin mendengarkan waktu berbicara,
Bibirku lemah untuk berucap.
Kakiku tidak cukup kuat untuk melangkah, bahkan untuk menopang badanpun kurasa taksanggup.
Aku hanya ingin menunggu hujan datang,
Aku terlalu lelah mencari,

Aku mulai bosan dengan siang!
Aku muak dengan malam!
Aku benci dengan semua topeng ini!
Aku hanya ingin diam,
Tapi bukan untuk mengahiri semua,.

Senin, 13 Januari 2014

Aku harap ada kabar darinya

Aku mengingatnya disetiap bintang yang ku lihat
Aku merindukannya disetiap purnama yang datang
dan aku menginginkannya disetiap hujan tiba.

Kebahagiaan adalah rasa yang mudah tetapi sulit untuk dicari.
Tersenyum bukan berarti bahagia.
Diam bukan berarti kecewa
Tersenyum dalam kekecewaan adalah hal yang sulit..
Seringnya manusia bernapas panjang diluar kebiasaan, bisa diartikan sebagai kesusahan yang mendalam.
Kebersamaan adalah segalanya, namun ini adalah hal yang tersulit.
Sekeras apapun aku menginginkan kebersamaan, yang ku dapat hanyalah kosong.
Orang bilang dengan niat semua pasti bisa,
Tapi apa hanya dengan niat?
Bagaimana dengan tindakan?
Niat memang hal yang paling mendasar, namun tindakan adalah hal yang paling menentukan.
Kita tidak akan bertemu jika kamu tidak ada niat, niatpun tidak berguna tanpa ada tindakan nyata.

Disaat semua tengah terbuai maya, meraih angan yang tidak bisa dijangkau dalam nyata, aku masih tersadar menunggu kabar darinya, berharap tak ada satupun kesusahan yang hinggap dipundaknya.
Entah sedang apa si pemberi kabar seharusnya disana, ku harap semua bebannya hari ini telah selesai, dan diapun sedang turut ditimang maya bersama yang lain, sehingga aku bisa menyusulnya dengan tenang, ketika aku telah tersadar betapa bodohnya aku.
Tapi jika ia masih terjaga, aku harap ada kabar darinya.
Aku hanya ingin mendengar suaranya.
Ya Tuhan... lindungi dia dalam genggaman -Mu
Amin..

Aku tidak tahu siapa dia

Hujan, jangan marah ya jika aku menyukai bulan,
Karena aku tidak pernah menyukaimu,
Tapi aku mencintaimu..


Aku tidak tau  siapa dia,
Bagaimana wataknya, keluarganya, bahkan kebiasaannya.
Yang aku tau hanya aku senang berbicara dengannya, aku suka melihatnya, dan aku nyaman dengannya, dan entah mengapa..aku menganggap dia sebagai hujan.
Hujan yang tidak pernah berubah,
Meskipun aku tidak pernah tau apa dia akan berubah nantinya.