Postingan

Parfum mu

Ada sekilas aroma yang melintas didekat ku bahkan tak jarang mampir untuk menyapaku, enatah dari mana datangnya aroma ini yang jelas angin telah mengantarkannya pada ku,  mungkin angin ingin menyampaikan sesuatu pada ku lewat aroma ini, atau ia hanya ingin aku menikmati aroma yang dulu dapat menenangkan hati ku,
aroma ini tidak asing bagiku, ya mungkin karna ia adalah bagian dari dirimu, hal yang sangat dekat dengan mu, seolah dia adalah sebuah tanda akan ke datangan mu.. enatah ilusi atau hanya perasaan ku saja, atau mungkin hanya sebuah kebetulan, tp setiap kali aroma ini meyapaku, selalu ku dapati kau berdiri di sampingku, hal ini membuat ku yakin bila angin mengantarkannya pada indra penciumanku aku tau itu kau.. bukan yang lain, dan saat kau beranjak aroma itu pun hilang, tak jarang ku dapati aroma itu tetap tinggal menemaniku seolah menggantikan dirimu yang sudah beranjak meninggalkan ku, dan tetap setia di sampingku sampai rutinitasku selesai, ia membuat perasaan ku tenang seper…

Salam rindu dari orang yang menyayangimu

Hai bulan, apa kau tau.. beberapa menit yang lalu bunda menanyakan mu, aku tidak tau angin apa yang menyapa bunda sore ini, atau mungkin kepala bunda habis terbentur  sebuah benda yang sangat keras hingga membuat ia menanyakan dirimu di tengah kesibukannya,
Ia menelepon ku tadi, setelah ia selesai menanyakan ke adaan ku dan menanyakan ke adaan rumah, tanpa kompromi ia langsung membahas mu, aku kaget sungguh.. andai bunda bisa melihat ekspresiku saat  mendengar ia menyebut nama mu..
Ia menanyakan ke adaan mu, bagaimana pekerjaan mu, dan kau tau.. di menanyakan tugas akhir mu.. tak ku sangka bunda ingat hal itu, dan yang paling membuatku terdiam, bunda menyuruh ku untuk memberitahukan mu bahwa ia mengundang mu di acara makan malam bersama keluarga  besar kami tepat di hari ulang tahunnya, dan bila kau tak keberatan ia juga mengundangmu menginap di villa kami di pangandaran, sial! aku bingung, apa yang harus ku katakan pada bunda, aku tak mungkin mengajak mu, andai bunda tau usaha ku untuk…

Tak Sekuat yang Ku Bayangkan

Malam ini terasa berbeda, entah mengapa.. Tubuh ku lemas, kulit ku memucat, bibir ku bergetar, dan mataku mulai tak mampu menampung air mata yang dari tadi ku tahan,aku merasakan hembusan angin yang sedari tadi terus menerpa ku, tapi entah mengapa di tengah hembusan angin yang seharusnya dapat membuat ku tenang, aku malah sulit untuk bernafas. Nafasku tercekat, dadaku sesak, seperti terdapat bongkahan batu di rongga hidung yang menghalangi udara untuk masuk ke paru-paru ku. aku semakin sulit bernafas saat air mata terus mengalir seakan enggan tertahan lagi.
Diriku tak sekuat yang ku bayangkan, aku bisa tertawa lepas di depan mereka, senyumku bisa terus berkembang saat bersama mereka, aku bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesah mereka berjam-jam seakan diriku bebas dari masalah, aku bisa membuat duniku seakan hidup. Tapi setelah aku tak bersama mereka, setelah waktu bersama mereka tlah usai, duniaku kembali gelap.. masalah yang ada kembali terlintas, aku mati..jangankan untuk t…

Lagi!

Hadir lagi.. Sosok lama dan perasaan yang lama Yang dulu sempat sirna, karam di terjang derasnya perjuangan hidup dan perasaan yang mengancam
Dalam sekejap ia kembali, Perasaan serta sosok lama, kembali dalam sebuah kisah yang baru, Kisah yang membuat segalanya menjadi sempurna, kisah yang menawarkan banyak hal indah di dalamnya, membuat sebuah fatamorgana menjadi nyata, membuat khayalan menjadi sebuah mimpi, dan membuat sebuah mimipi menjadi harapan.
Harapan? Bodoh! Ia bukan milik ku, ia di ciptakan bukan untuk ku, bahkan hatinyapun bukan untuk ku, hatinya sudah milik orang lain, orang yang benar-benar di ciptakan untunya. Lalu.. mengapa ia kembali? Ia kembali karena..
Hm, entahlah aku sendiri tak mengerti mengapa ia kembali, aku tak tahu mengapa tuhan mempertemukan aku dengannya, aku tak tau untuk apa tuhan melakukan ini, yang aku tau dia hadir saat semua terasa gelap, sunyi, dan tak ada harapan.

Untuk mu

Aku senang melihat mu tersenyum, senang bisa mendengar suara dan tawa mu, dan aku juga senang kau bisa berdiri tegap di hadapanku sekarang.. itu berarti tak ada satupun yang kurang dari mu.. setidaknya secara fisik kau sehat, meski aku belum mengetahui bagaimana kondisi hati dan perasaan mu saat ini,
 Rasanya diri ini enggan sekali menanyakan seperti apa perasaan mu,apakah  kau bahagia, sepertinya memang aku tak perlu melontarkan pertanyaan seperti itu pada mu, karna ku yakin kau pasti bahagia dengan keadaan mu sekarang, tapi harus ku tanyakan ini pada mu, hanya untuk sekedar memastikan dan meyakinkan hati ku sendiri bahwa kau memang bahagia, maka ku beranikan diri untuk menanyakannya pada mu.. menghabiskan beberapa menit untuk mencari kalimat yang tepat untuk menanyakannya pada mu, hingga akhirnya ku putuskan untuk mengucapkan "Are you happy now dear? " berharap kau menjawab 'ya..' , dan kau tau bagaimana perasaan ku ketika membuka balasan pesan dari mu yang bertuliska…

hati dan fikiran,

Senja kembali menyapa, matahari sudah mulai meninggalkan singasananya, dan untuk ke sekian kalinya ku biarkan harapan ku lenyap bersamaan dengan terbenamnya sang mentari, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karna aku tak dapat melihatmu sebagai pengobaat rinduku,
ya seharusnya aku tau diri, siapa aku.., apa kepentingan yang aku miliki sampai ia harus menemuiku, apa yang akan kau katakan apa kau hanya ingin menemuinya dengan alasan ingin mengobati rasa rindu? hm.. orang itu terlalu sibuk jika kau ingin menemuinya dengan alasan seperti itu, Bukankah jika memang memiliki rasa yang sama dengan ku seharusnya ia bersedia menemuiku di tengah kesibukannya? Hei, kau bukanlah wanita yang ia inginkan, masuk dalam kriterianya pun tidak, bagaimana kau bisa berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan mu.. Tapi dulu.. aku dan dia pernah menjadi kita, lalu.. apa salah jika aku berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan ku? Kita?.. apa kamu yakin dengan itu? apa kamu yakin pada saat kau d…