Sabtu, 07 Maret 2015

Ku nikmati waktu ini

Sekarang aku disini duduk di kursi bersama yang lain, aku sendiri tak mengerti mengapa saat ini aku bisa berada disini melihatmu berlaga memukul dan menendang lawan mu.

Minggu, 13 April 2014

Parfum mu

Ada sekilas aroma yang melintas didekat ku bahkan tak jarang mampir untuk menyapaku, enatah dari mana datangnya aroma ini yang jelas angin telah mengantarkannya pada ku,  mungkin angin ingin menyampaikan sesuatu pada ku lewat aroma ini, atau ia hanya ingin aku menikmati aroma yang dulu dapat menenangkan hati ku,

aroma ini tidak asing bagiku, ya mungkin karna ia adalah bagian dari dirimu, hal yang sangat dekat dengan mu, seolah dia adalah sebuah tanda akan ke datangan mu..
enatah ilusi atau hanya perasaan ku saja, atau mungkin hanya sebuah kebetulan, tp setiap kali aroma ini meyapaku, selalu ku dapati kau berdiri di sampingku, hal ini membuat ku yakin bila angin mengantarkannya pada indra penciumanku aku tau itu kau.. bukan yang lain, dan saat kau beranjak aroma itu pun hilang, tak jarang ku dapati aroma itu tetap tinggal menemaniku seolah menggantikan dirimu yang sudah beranjak meninggalkan ku, dan tetap setia di sampingku sampai rutinitasku selesai, ia membuat perasaan ku tenang seperti saat kau di sampingku,

bila angin menyapa ku dengan membawa aroma ini aku slalu melihat ke sekitar ku, berharap aroma ini datang dari mu, tp ternyata tak ada satupun orang di sekitar ku, tak ada kamu yang ku harapkan..
sudah lama aroma ini tak ku rasakan, dan sekarang ia datang bersamaan dengan hembusan angin sore ini,  dan hal ini benar-benar membuatku hidup aku membutuhkan semangat yang mulai padam beberapa minggu ini, dan aroma ini sangat membantu ku.

mungkin harus ku akui.. aku merindukan mu!

Salam rindu dari orang yang menyayangimu

Hai bulan, apa kau tau.. beberapa menit yang lalu bunda menanyakan mu, aku tidak tau angin apa yang menyapa bunda sore ini, atau mungkin kepala bunda habis terbentur  sebuah benda yang sangat keras hingga membuat ia menanyakan dirimu di tengah kesibukannya,

 Ia menelepon ku tadi, setelah ia selesai menanyakan ke adaan ku dan menanyakan ke adaan rumah, tanpa kompromi ia langsung membahas mu, aku kaget sungguh.. andai bunda bisa melihat ekspresiku saat  mendengar ia menyebut nama mu..

Ia menanyakan ke adaan mu, bagaimana pekerjaan mu, dan kau tau.. di menanyakan tugas akhir mu.. tak ku sangka bunda ingat hal itu, dan yang paling membuatku terdiam, bunda menyuruh ku untuk memberitahukan mu bahwa ia mengundang mu di acara makan malam bersama keluarga  besar kami tepat di hari ulang tahunnya, dan bila kau tak keberatan ia juga mengundangmu menginap di villa kami di pangandaran,
sial! aku bingung, apa yang harus ku katakan pada bunda, aku tak mungkin mengajak mu, andai bunda tau usaha ku untuk melupakanmu
aku tau bunda sudah tau tentang kau dan aku, tp entah mengapa dia terus menanyakan  keadaan mu

Hai kau bulan!! sihir apa yang kau gunakan sehingga bunda ku terus mengingat dan menanyakan mu, padahal ia belum pernah berhadapan langsung dengan mu, berbica dengan mu pun tidak pernah..  mungkin ini salah ku karna selalu menceritakan mu pada bunda, sehingga bunda menganggap mu menjadi bagian dari keluarga, 

bulan.. ku harap kau tak keberatan dengan bunda yang terus menanyakan mu karena memang begitulah sifat bunda, ia selalu menayakan siapapun orang yang menurutnya baik dan mungkin berkesan di hatinya, tapi tenang bulan.. aku tak akan menyampaikan hal apapun kepada mu bila bunda menanyakan mu, agar kau tak merasa terganggu, tapi ketahuilah kau memiliki orang yang sayang pada mu meski orang itu tak ada di sekitar mu, dan tak pernah kau tau rupanya.


salam rindu dari orang yang menyayangimu.

Sabtu, 15 Maret 2014

Tak Sekuat yang Ku Bayangkan

Malam ini terasa berbeda, entah mengapa..
Tubuh ku lemas, kulit ku memucat, bibir ku bergetar, dan mataku mulai tak mampu menampung air mata yang dari tadi ku tahan,aku merasakan hembusan angin yang sedari tadi terus menerpa ku, tapi entah mengapa di tengah hembusan angin yang seharusnya dapat membuat ku tenang, aku malah sulit untuk bernafas.
Nafasku tercekat, dadaku sesak, seperti terdapat bongkahan batu di rongga hidung yang menghalangi udara untuk masuk ke paru-paru ku. aku semakin sulit bernafas saat air mata terus mengalir seakan enggan tertahan lagi.

Diriku tak sekuat yang ku bayangkan, aku bisa tertawa lepas di depan mereka, senyumku bisa terus berkembang saat bersama mereka, aku bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesah mereka berjam-jam seakan diriku bebas dari masalah, aku bisa membuat duniku seakan hidup. Tapi setelah aku tak bersama mereka, setelah waktu bersama mereka tlah usai, duniaku kembali gelap.. masalah yang ada kembali terlintas, aku mati..jangankan untuk tertawa tersenyumpun enggan.
Bukan berarti aku mengenakan topeng saat bersama mereka, hanya saja aku tak ingin mereka tau masalah ku, bukan aku tak mau berbagi dengan mereka, aku hanya ingin berbagi kebahagian yang ku miliki dengan mereka bukan berbagi kisah pilu yang ada di hidupku.
Mereka selalu berkata betapa enaknya menjadi diriku, melewati hari dengan tawa tanpa beban. Hm.. kalian salah kawan, hidupku tak seindah dan tak semudah yang kalian lihat, aku sama seperti kalian.. manusia yang memiliki berbagai masalah yang menimpahku, hanya saja aku tak pernah memberitahukannya pada mu, aku mencoba menyimpannya hanya untuk diriku sendiri.
Saat ini aku tak mampu lagi menahan, maka ku biarkan air mataku meluap mengeluarkan berbagai emosi yang tlah lama terpendam, Tuhan...aku tau hanya engkau yang Maha kuat dan aku makhlukMu yang lemah, aku merindukanMu tuhan.. maukah kau memelukku.

Aku merindukanMu tuhan,
kau yang maha tahu.. bila aku tak mampu lagi melewati ini,

maka izinkanlah ini semua berakhir.

Lagi!

Hadir lagi..
Sosok lama dan perasaan yang lama
Yang dulu sempat sirna, karam di terjang derasnya perjuangan hidup dan perasaan yang mengancam

Dalam sekejap ia kembali,
Perasaan serta sosok lama, kembali dalam sebuah kisah yang baru,
Kisah yang membuat segalanya menjadi sempurna, kisah yang menawarkan banyak hal indah di dalamnya, membuat sebuah fatamorgana menjadi nyata, membuat khayalan menjadi sebuah mimpi, dan membuat sebuah mimipi menjadi harapan.

Harapan? Bodoh!
Ia bukan milik ku, ia di ciptakan bukan untuk ku, bahkan hatinyapun bukan untuk ku, hatinya sudah milik orang lain, orang yang benar-benar di ciptakan untunya.
Lalu.. mengapa ia kembali?
Ia kembali karena..

Hm, entahlah aku sendiri tak mengerti mengapa ia kembali, aku tak tahu mengapa tuhan mempertemukan aku dengannya, aku tak tau untuk apa tuhan melakukan ini, yang aku tau dia hadir saat semua terasa gelap, sunyi, dan tak ada harapan.

Sabtu, 15 Februari 2014

Untuk mu

Aku senang melihat mu tersenyum, senang bisa mendengar suara dan tawa mu,
dan aku juga senang kau bisa berdiri tegap di hadapanku sekarang..
itu berarti tak ada satupun yang kurang dari mu.. setidaknya secara fisik kau sehat, meski aku belum mengetahui bagaimana kondisi hati dan perasaan mu saat ini,

 Rasanya diri ini enggan sekali menanyakan seperti apa perasaan mu, apakah  kau bahagia, sepertinya memang aku tak perlu melontarkan pertanyaan seperti itu pada mu, karna ku yakin kau pasti bahagia dengan keadaan mu sekarang, tapi harus ku tanyakan ini pada mu, hanya untuk sekedar memastikan dan meyakinkan hati ku sendiri bahwa kau memang bahagia,
maka ku beranikan diri untuk menanyakannya pada mu.. menghabiskan beberapa menit untuk mencari kalimat yang tepat untuk menanyakannya pada mu, hingga akhirnya ku putuskan untuk mengucapkan "Are you happy now dear? " berharap kau menjawab 'ya..' , dan kau tau bagaimana perasaan ku ketika membuka balasan pesan dari mu yang bertuliskan " Always " dengan lambang smile di akhir kalimat itu seperti apa, aku merasa senang, karna perasaan ku tidak salah dan aku senang karna tuhan ternyata berbaik hati dengan ku karna meberikan apa yang ku harap kan,

 Saat kau menanyakan padaku mengapa aku bertanya seperti itu.. jujur aku bingung, aku tidak tau apa yang harus ku katakan, karna pertanyaan itu hanya untuk memastikan kau bahagia di sana,
kau tau.. hampir di setiap malam, di waktu khusus ku dengan tuhan, aku selalu menceritakan tentangmu kepadanya,aku selalu berharap tuhan tidak bosan dengan semua ceritaku, dan diakhir cerita, aku selipkan satu doaku untuk mu.. aku meminta agar tuhan selalu memberikan mu kebahagiaan.. hanya itu yang ku minta, maaf tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya itu yang bisa ku panjatkan untuk mu... karna menurut ku bila tuhan telah melimpahkan kebahagiaan pada mu, maka kau dapat mensyukuri setiap nikmat yang tuhan beri, dan semua masalah yang kau hadapi akan dengan mudah terselesaikan, sehingga kau tak perlu memikul bebanmu terlalu lama. Dan  sekarang aku tau tuhan mendengar dan mengabulkan doa ku, karna sekarang kau bahagia.

Ku harap kau tak merasa terbebani bila aku tetap mendoakan mu dalam gelap ku, tetap memuji mu dalam bungkam ku,  dan menjadi salah seorang yang memperhatikan mu di tengah banyaknya orang yang tengah mencari simpati mu, walau aku terhalang oleh banyaknya hal yang megelilingi mu atau bahkan hannya berupa bayangan yang tak pernah kau lihat wujudnya, aku tetap menikmati itu, karna bila kau bahagia aku pun demikian.

                                                                                                Untuk mu..
yang pernah menjadi bagian dalam hidupku,
Yang pernah menjadi penyemangat hariku,

Semoga kebahagiaan selalu bersama mu.

Kamis, 13 Februari 2014

hati dan fikiran,

Senja kembali menyapa, matahari sudah mulai meninggalkan singasananya, dan untuk ke sekian kalinya ku biarkan harapan ku lenyap bersamaan dengan terbenamnya sang mentari, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karna aku tak dapat melihatmu sebagai pengobaat rinduku,

ya seharusnya aku tau diri,
siapa aku.., apa kepentingan yang aku miliki sampai ia harus menemuiku,
apa yang akan kau katakan apa kau hanya ingin menemuinya dengan alasan ingin mengobati rasa rindu? hm.. orang itu terlalu sibuk jika kau ingin menemuinya dengan alasan seperti itu,
Bukankah jika memang memiliki rasa yang sama dengan ku seharusnya ia bersedia menemuiku di tengah kesibukannya?
Hei, kau bukanlah wanita yang ia inginkan, masuk dalam kriterianya pun tidak, bagaimana kau bisa berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan mu..
Tapi dulu.. aku dan dia pernah menjadi kita, lalu.. apa salah jika aku berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan ku?
Kita?.. apa kamu yakin dengan itu? apa kamu yakin pada saat kau dan dia menjadi kita ada sebuah perasaan yang sama.. bukankah hanya kau yang memiliki perasaan itu.. dan bukankah dia hanya mencoba memiliki perasaan yang sama dengan mu?
Tapi waktu itu.. dia mengatakan bahwa ia menyayangiku, dan sikapnya sangat manis kepadaku, ia juga berjanji ya walaupun aku tidak ingat jelas apa janjinya pada ku, tapi yang pasti ia berjanji akan menyayangiku dan menghargaiku,
Bodoh! apa kau tidak lihat sikapnya yang manis kepada semua orang? bahkan kepada temanmu sendiri..apa kau yakin bahwa ia hanya mengatakan itu pada mu?  apa kau tidak ingat bahwa ia telah menecewakanmu? apa kau tidak ingat bahwa hati mu pernah terluka dengan sikapnya? apa kau lupa jika kau pernah menyia-nyiakan air mata mu untuknya hampir di setiap malam tiba..sedangkan ia yang kau tangisi sedang asik tertawa bersama teman wanitanya tanpa pernah memperdulikan mu apa lagi air mata mu yang jatuh untuknya.. apa kau tidak ingat rasa sakit yang kau rasakan pada saat kau tau bahwa ia tidak menyukaimu bahkan tidak pernah melihatmu dengan jelas.. sedangkan kau sibuk memperhatikan setiap detai dari dirinya.. apa kau tidak ingat?! apa rasa sakit itu kurang untuk membuatmu memiliki rasa jera menunggu dan menyayanginya?

Hei! enough!  kau tidak mengerti apa yang ku rasakan.. kau hanya memikirkan apa yang kau lihat, kau memang tidak pernah mengerti apa yang ku rasakan.. ya ku akui aku memang kecewa dengan sikapnya dan aku juga tidak memungkiri rasa sakit atas kenyataan itu.. tapi apa kau tau.. rasa sakit itu tidak akan membuatku jera untuk menyayanginya, aku telah putuskan untuk tidak menunggunya lagi.. karna aku tau bahwa ia tidak akan datang untuk menemuiku, ia tidak akan memiliki rasa yang sama dengan ku. Tapi aku tidak pernah memutuskan untuk tidak lagi menyayanginya.. bukankah jika kita tidak pernah jatuh maka kita tidak akan merasakan sakit  dan bukankah dengan jatuh kita belajar untuk kembali bangkit.. dia memang pernah mengecewakan ku dan aku memang pernah sakit karnanya..  tapi bukankah setiap manusia pernah membuat kesalahan, dan bukankah hati manusia di rancang untuk memaafkan kesalahan orang lain,..lalu ku tanyakan pada mu.. apa salah ku, jika aku memaafkan dan tetap menyayanginya, dan sedikit berharap bahwa ia akan melihat dan merasakan bahwa aku pernah menjadi bagian dari dirinya.
       Wow, kau terlalu menggunakan perasaan mu, seharusnya ku tau bahwa segal hal harus di fikirkan dengan terlebih dahulu, tidak bisa hanya menggunakan perasaan, sudahlah.. kita adalah satu, bukan kah hati dan fikiran seharusnya saling berkaitan? Untuk saat ini ku biarkan kau bertindak sesuai keinginanmu, karna masalah mu saat ini adalah cinta..hal yang taksanggup ku tangkap dengan nalarku, tapi jika kau mendapatkan masalah yang tak sanggup kau selesaikan , biarkan lah aku membantu mu, mengambil bagian ku untuk memecahkan masalah yang tak bisa kau selesaikan hanya dengan perasaanmu