Sabtu, 15 Maret 2014

Tak Sekuat yang Ku Bayangkan

Malam ini terasa berbeda, entah mengapa..
Tubuh ku lemas, kulit ku memucat, bibir ku bergetar, dan mataku mulai tak mampu menampung air mata yang dari tadi ku tahan,aku merasakan hembusan angin yang sedari tadi terus menerpa ku, tapi entah mengapa di tengah hembusan angin yang seharusnya dapat membuat ku tenang, aku malah sulit untuk bernafas.
Nafasku tercekat, dadaku sesak, seperti terdapat bongkahan batu di rongga hidung yang menghalangi udara untuk masuk ke paru-paru ku. aku semakin sulit bernafas saat air mata terus mengalir seakan enggan tertahan lagi.

Diriku tak sekuat yang ku bayangkan, aku bisa tertawa lepas di depan mereka, senyumku bisa terus berkembang saat bersama mereka, aku bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesah mereka berjam-jam seakan diriku bebas dari masalah, aku bisa membuat duniku seakan hidup. Tapi setelah aku tak bersama mereka, setelah waktu bersama mereka tlah usai, duniaku kembali gelap.. masalah yang ada kembali terlintas, aku mati..jangankan untuk tertawa tersenyumpun enggan.
Bukan berarti aku mengenakan topeng saat bersama mereka, hanya saja aku tak ingin mereka tau masalah ku, bukan aku tak mau berbagi dengan mereka, aku hanya ingin berbagi kebahagian yang ku miliki dengan mereka bukan berbagi kisah pilu yang ada di hidupku.
Mereka selalu berkata betapa enaknya menjadi diriku, melewati hari dengan tawa tanpa beban. Hm.. kalian salah kawan, hidupku tak seindah dan tak semudah yang kalian lihat, aku sama seperti kalian.. manusia yang memiliki berbagai masalah yang menimpahku, hanya saja aku tak pernah memberitahukannya pada mu, aku mencoba menyimpannya hanya untuk diriku sendiri.
Saat ini aku tak mampu lagi menahan, maka ku biarkan air mataku meluap mengeluarkan berbagai emosi yang tlah lama terpendam, Tuhan...aku tau hanya engkau yang Maha kuat dan aku makhlukMu yang lemah, aku merindukanMu tuhan.. maukah kau memelukku.

Aku merindukanMu tuhan,
kau yang maha tahu.. bila aku tak mampu lagi melewati ini,

maka izinkanlah ini semua berakhir.

Lagi!

Hadir lagi..
Sosok lama dan perasaan yang lama
Yang dulu sempat sirna, karam di terjang derasnya perjuangan hidup dan perasaan yang mengancam

Dalam sekejap ia kembali,
Perasaan serta sosok lama, kembali dalam sebuah kisah yang baru,
Kisah yang membuat segalanya menjadi sempurna, kisah yang menawarkan banyak hal indah di dalamnya, membuat sebuah fatamorgana menjadi nyata, membuat khayalan menjadi sebuah mimpi, dan membuat sebuah mimipi menjadi harapan.

Harapan? Bodoh!
Ia bukan milik ku, ia di ciptakan bukan untuk ku, bahkan hatinyapun bukan untuk ku, hatinya sudah milik orang lain, orang yang benar-benar di ciptakan untunya.
Lalu.. mengapa ia kembali?
Ia kembali karena..

Hm, entahlah aku sendiri tak mengerti mengapa ia kembali, aku tak tahu mengapa tuhan mempertemukan aku dengannya, aku tak tau untuk apa tuhan melakukan ini, yang aku tau dia hadir saat semua terasa gelap, sunyi, dan tak ada harapan.