Kamis, 13 Februari 2014

hati dan fikiran,

Senja kembali menyapa, matahari sudah mulai meninggalkan singasananya, dan untuk ke sekian kalinya ku biarkan harapan ku lenyap bersamaan dengan terbenamnya sang mentari, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karna aku tak dapat melihatmu sebagai pengobaat rinduku,

ya seharusnya aku tau diri,
siapa aku.., apa kepentingan yang aku miliki sampai ia harus menemuiku,
apa yang akan kau katakan apa kau hanya ingin menemuinya dengan alasan ingin mengobati rasa rindu? hm.. orang itu terlalu sibuk jika kau ingin menemuinya dengan alasan seperti itu,
Bukankah jika memang memiliki rasa yang sama dengan ku seharusnya ia bersedia menemuiku di tengah kesibukannya?
Hei, kau bukanlah wanita yang ia inginkan, masuk dalam kriterianya pun tidak, bagaimana kau bisa berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan mu..
Tapi dulu.. aku dan dia pernah menjadi kita, lalu.. apa salah jika aku berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan ku?
Kita?.. apa kamu yakin dengan itu? apa kamu yakin pada saat kau dan dia menjadi kita ada sebuah perasaan yang sama.. bukankah hanya kau yang memiliki perasaan itu.. dan bukankah dia hanya mencoba memiliki perasaan yang sama dengan mu?
Tapi waktu itu.. dia mengatakan bahwa ia menyayangiku, dan sikapnya sangat manis kepadaku, ia juga berjanji ya walaupun aku tidak ingat jelas apa janjinya pada ku, tapi yang pasti ia berjanji akan menyayangiku dan menghargaiku,
Bodoh! apa kau tidak lihat sikapnya yang manis kepada semua orang? bahkan kepada temanmu sendiri..apa kau yakin bahwa ia hanya mengatakan itu pada mu?  apa kau tidak ingat bahwa ia telah menecewakanmu? apa kau tidak ingat bahwa hati mu pernah terluka dengan sikapnya? apa kau lupa jika kau pernah menyia-nyiakan air mata mu untuknya hampir di setiap malam tiba..sedangkan ia yang kau tangisi sedang asik tertawa bersama teman wanitanya tanpa pernah memperdulikan mu apa lagi air mata mu yang jatuh untuknya.. apa kau tidak ingat rasa sakit yang kau rasakan pada saat kau tau bahwa ia tidak menyukaimu bahkan tidak pernah melihatmu dengan jelas.. sedangkan kau sibuk memperhatikan setiap detai dari dirinya.. apa kau tidak ingat?! apa rasa sakit itu kurang untuk membuatmu memiliki rasa jera menunggu dan menyayanginya?

Hei! enough!  kau tidak mengerti apa yang ku rasakan.. kau hanya memikirkan apa yang kau lihat, kau memang tidak pernah mengerti apa yang ku rasakan.. ya ku akui aku memang kecewa dengan sikapnya dan aku juga tidak memungkiri rasa sakit atas kenyataan itu.. tapi apa kau tau.. rasa sakit itu tidak akan membuatku jera untuk menyayanginya, aku telah putuskan untuk tidak menunggunya lagi.. karna aku tau bahwa ia tidak akan datang untuk menemuiku, ia tidak akan memiliki rasa yang sama dengan ku. Tapi aku tidak pernah memutuskan untuk tidak lagi menyayanginya.. bukankah jika kita tidak pernah jatuh maka kita tidak akan merasakan sakit  dan bukankah dengan jatuh kita belajar untuk kembali bangkit.. dia memang pernah mengecewakan ku dan aku memang pernah sakit karnanya..  tapi bukankah setiap manusia pernah membuat kesalahan, dan bukankah hati manusia di rancang untuk memaafkan kesalahan orang lain,..lalu ku tanyakan pada mu.. apa salah ku, jika aku memaafkan dan tetap menyayanginya, dan sedikit berharap bahwa ia akan melihat dan merasakan bahwa aku pernah menjadi bagian dari dirinya.
       Wow, kau terlalu menggunakan perasaan mu, seharusnya ku tau bahwa segal hal harus di fikirkan dengan terlebih dahulu, tidak bisa hanya menggunakan perasaan, sudahlah.. kita adalah satu, bukan kah hati dan fikiran seharusnya saling berkaitan? Untuk saat ini ku biarkan kau bertindak sesuai keinginanmu, karna masalah mu saat ini adalah cinta..hal yang taksanggup ku tangkap dengan nalarku, tapi jika kau mendapatkan masalah yang tak sanggup kau selesaikan , biarkan lah aku membantu mu, mengambil bagian ku untuk memecahkan masalah yang tak bisa kau selesaikan hanya dengan perasaanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar