Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Untuk mu

Aku senang melihat mu tersenyum, senang bisa mendengar suara dan tawa mu, dan aku juga senang kau bisa berdiri tegap di hadapanku sekarang.. itu berarti tak ada satupun yang kurang dari mu.. setidaknya secara fisik kau sehat, meski aku belum mengetahui bagaimana kondisi hati dan perasaan mu saat ini,
 Rasanya diri ini enggan sekali menanyakan seperti apa perasaan mu,apakah  kau bahagia, sepertinya memang aku tak perlu melontarkan pertanyaan seperti itu pada mu, karna ku yakin kau pasti bahagia dengan keadaan mu sekarang, tapi harus ku tanyakan ini pada mu, hanya untuk sekedar memastikan dan meyakinkan hati ku sendiri bahwa kau memang bahagia, maka ku beranikan diri untuk menanyakannya pada mu.. menghabiskan beberapa menit untuk mencari kalimat yang tepat untuk menanyakannya pada mu, hingga akhirnya ku putuskan untuk mengucapkan "Are you happy now dear? " berharap kau menjawab 'ya..' , dan kau tau bagaimana perasaan ku ketika membuka balasan pesan dari mu yang bertuliska…

hati dan fikiran,

Senja kembali menyapa, matahari sudah mulai meninggalkan singasananya, dan untuk ke sekian kalinya ku biarkan harapan ku lenyap bersamaan dengan terbenamnya sang mentari, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karna aku tak dapat melihatmu sebagai pengobaat rinduku,
ya seharusnya aku tau diri, siapa aku.., apa kepentingan yang aku miliki sampai ia harus menemuiku, apa yang akan kau katakan apa kau hanya ingin menemuinya dengan alasan ingin mengobati rasa rindu? hm.. orang itu terlalu sibuk jika kau ingin menemuinya dengan alasan seperti itu, Bukankah jika memang memiliki rasa yang sama dengan ku seharusnya ia bersedia menemuiku di tengah kesibukannya? Hei, kau bukanlah wanita yang ia inginkan, masuk dalam kriterianya pun tidak, bagaimana kau bisa berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan mu.. Tapi dulu.. aku dan dia pernah menjadi kita, lalu.. apa salah jika aku berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan ku? Kita?.. apa kamu yakin dengan itu? apa kamu yakin pada saat kau d…

apa dan kenapa?

Apa...? Apa yang kamu mau? Apa yang ada di pikiran mu? Apa kau tak sadar bahwa apa yang sekarang kau  lakukan membuatku geram? Apa kau tak ingat dengan perkataan mu dulu? Apa kau tak sadar bahwa ucapanmu dulu sangat menyakitkan ku? Apa yang kau rasakan? Apa yang sebenarnya ada di hati mu? Kenapa..? Kenapa kau melakukan ini? Kenapa harus aku? Kenapa kau selalu membalikkan ke adaan? Aaaagggh... terlalu banyak apa dan kenapa, terlalu banyak tanda tanya yang terlintas di otak ku, dan tak satupun jawaban yang ku dapat dari pertanyaan itu..
Aku tak mampu menanyakannya, bibir ku terlalu lemah untuk bertanya, meskipun serentet pertanyaan sudah mengepung di dalam otak, bukan hanya bibirku yang tak mampu, telinga dan hatiku juga sepertinya tidak siap mendengar jawaban atas pertanyaan itu, walau otak ku terus memburu demi mendapatkan satu jawaban yang pasti. Berbagai pikiran negatif mulai hadir, hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi mulai terbayangkan..  dan sekarang, bayangan ini mulai meng…

hmm..

hai hujan..  kau tau.. hari ini aku menemui banyak hal baru, hal yang sedikitpun tak pernah ku ke ketahui sebelumnya.. hari ini aku juga mendapatkan teman baru, meski aku hanya dapat menjumpainya pada saat pagi datang..  hm.. aku juga dapat masalah baru.. masalah yang ku pikir sudah ku bereskan dengan rapih tanpa ada satupun yang terlewat, dan hari ini... aku sudah melahap semua proposal yang di berikan pada ku, kau benar ternyata membuat laporan tak semudah yang di bayangkan, aku menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop untuk ini. oh iya, aku bertemu dengannya.. kau tau apa yang ia lakukan kepada ku? sungguh menyebailkan! dia melakukan hal yang sama seperti yang pernah ku ceritakan pada mu waktu itu, aku tidak mengerti mengapa.. dan apa maksudnya, tapi yang pasti dia masih orang yang sama, orang  yang berani menggeser posisimu tanpa permisi. Hujan.. aku bingung, aku tidak mengerti dengan perasaan ku saat ini, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, aku sudah menyerah dan menc…

Bolehkah?

Kurasa langit bersekongkol dengan awan kelam malam ini... Ya ini pasti ulah awan itu, entah apa yang awan katakan sehingga langitpun terhasut olehnya malam ini, Awan ini sungguh menyebalkan!  ia menyembunyikan bulan dari ku,! ia menghalangi pandangan ku!
hei kau awan! Apa salah ku pada mu? Sampai kau tak mengizinkan ku untuk melihat bulan.. Apa yang kau mau? Mengapa kau sembunyikan cahaya bulan dariku? Mengapa kau begitu egois! Apa salah ku?! Apa yang harus ku lakukan untuk mu.. agar kau berbaik hati membagi sedikit cahaya itu untuk ku, Bagaimana lagi caraku meyakinkan mu.., bahwa aku tidak akan mengganggunya! Dan aku tidak akan mengambilnya darimu!! Aku hanya ingin sedikit cahayanya, sedikiit saja... dan selebihnya akan ku serahkan padamu, ku biarkan itu jadi milik mu.. takkan pernah ku ganggu, sedikitpun tidak. Jika cahaya itu terlalu berharga, dan aku tak pantas mendapatkannya, maka ku mohon izinkanlah aku melihatnya, izinkan aku memandangnya, memperhatikan setiap detail darinya, …

Maaf

Maafkan aku.. aku akan pergi untuk yang kedua kalinya, maafkan aku, saat kau ada di dekatku aku tak pernah paham tentangmu, maafkan aku, tak mau diri ini lukai hatimu.. namun diri ini tak ada daya,
Cinta... biarkan aku jauh denganmu, namun setiap denyutku adalah kepunyaan mu.. maafkan aku, ini mungkin kali terakhirnya, namun kenanganmu selalu ada di lubuk hatiku.