Sabtu, 15 Februari 2014

Untuk mu

Aku senang melihat mu tersenyum, senang bisa mendengar suara dan tawa mu,
dan aku juga senang kau bisa berdiri tegap di hadapanku sekarang..
itu berarti tak ada satupun yang kurang dari mu.. setidaknya secara fisik kau sehat, meski aku belum mengetahui bagaimana kondisi hati dan perasaan mu saat ini,

 Rasanya diri ini enggan sekali menanyakan seperti apa perasaan mu, apakah  kau bahagia, sepertinya memang aku tak perlu melontarkan pertanyaan seperti itu pada mu, karna ku yakin kau pasti bahagia dengan keadaan mu sekarang, tapi harus ku tanyakan ini pada mu, hanya untuk sekedar memastikan dan meyakinkan hati ku sendiri bahwa kau memang bahagia,
maka ku beranikan diri untuk menanyakannya pada mu.. menghabiskan beberapa menit untuk mencari kalimat yang tepat untuk menanyakannya pada mu, hingga akhirnya ku putuskan untuk mengucapkan "Are you happy now dear? " berharap kau menjawab 'ya..' , dan kau tau bagaimana perasaan ku ketika membuka balasan pesan dari mu yang bertuliskan " Always " dengan lambang smile di akhir kalimat itu seperti apa, aku merasa senang, karna perasaan ku tidak salah dan aku senang karna tuhan ternyata berbaik hati dengan ku karna meberikan apa yang ku harap kan,

 Saat kau menanyakan padaku mengapa aku bertanya seperti itu.. jujur aku bingung, aku tidak tau apa yang harus ku katakan, karna pertanyaan itu hanya untuk memastikan kau bahagia di sana,
kau tau.. hampir di setiap malam, di waktu khusus ku dengan tuhan, aku selalu menceritakan tentangmu kepadanya,aku selalu berharap tuhan tidak bosan dengan semua ceritaku, dan diakhir cerita, aku selipkan satu doaku untuk mu.. aku meminta agar tuhan selalu memberikan mu kebahagiaan.. hanya itu yang ku minta, maaf tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya itu yang bisa ku panjatkan untuk mu... karna menurut ku bila tuhan telah melimpahkan kebahagiaan pada mu, maka kau dapat mensyukuri setiap nikmat yang tuhan beri, dan semua masalah yang kau hadapi akan dengan mudah terselesaikan, sehingga kau tak perlu memikul bebanmu terlalu lama. Dan  sekarang aku tau tuhan mendengar dan mengabulkan doa ku, karna sekarang kau bahagia.

Ku harap kau tak merasa terbebani bila aku tetap mendoakan mu dalam gelap ku, tetap memuji mu dalam bungkam ku,  dan menjadi salah seorang yang memperhatikan mu di tengah banyaknya orang yang tengah mencari simpati mu, walau aku terhalang oleh banyaknya hal yang megelilingi mu atau bahkan hannya berupa bayangan yang tak pernah kau lihat wujudnya, aku tetap menikmati itu, karna bila kau bahagia aku pun demikian.

                                                                                                Untuk mu..
yang pernah menjadi bagian dalam hidupku,
Yang pernah menjadi penyemangat hariku,

Semoga kebahagiaan selalu bersama mu.

Kamis, 13 Februari 2014

hati dan fikiran,

Senja kembali menyapa, matahari sudah mulai meninggalkan singasananya, dan untuk ke sekian kalinya ku biarkan harapan ku lenyap bersamaan dengan terbenamnya sang mentari, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karna aku tak dapat melihatmu sebagai pengobaat rinduku,

ya seharusnya aku tau diri,
siapa aku.., apa kepentingan yang aku miliki sampai ia harus menemuiku,
apa yang akan kau katakan apa kau hanya ingin menemuinya dengan alasan ingin mengobati rasa rindu? hm.. orang itu terlalu sibuk jika kau ingin menemuinya dengan alasan seperti itu,
Bukankah jika memang memiliki rasa yang sama dengan ku seharusnya ia bersedia menemuiku di tengah kesibukannya?
Hei, kau bukanlah wanita yang ia inginkan, masuk dalam kriterianya pun tidak, bagaimana kau bisa berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan mu..
Tapi dulu.. aku dan dia pernah menjadi kita, lalu.. apa salah jika aku berfikir bahwa ia memiliki rasa yang sama dengan ku?
Kita?.. apa kamu yakin dengan itu? apa kamu yakin pada saat kau dan dia menjadi kita ada sebuah perasaan yang sama.. bukankah hanya kau yang memiliki perasaan itu.. dan bukankah dia hanya mencoba memiliki perasaan yang sama dengan mu?
Tapi waktu itu.. dia mengatakan bahwa ia menyayangiku, dan sikapnya sangat manis kepadaku, ia juga berjanji ya walaupun aku tidak ingat jelas apa janjinya pada ku, tapi yang pasti ia berjanji akan menyayangiku dan menghargaiku,
Bodoh! apa kau tidak lihat sikapnya yang manis kepada semua orang? bahkan kepada temanmu sendiri..apa kau yakin bahwa ia hanya mengatakan itu pada mu?  apa kau tidak ingat bahwa ia telah menecewakanmu? apa kau tidak ingat bahwa hati mu pernah terluka dengan sikapnya? apa kau lupa jika kau pernah menyia-nyiakan air mata mu untuknya hampir di setiap malam tiba..sedangkan ia yang kau tangisi sedang asik tertawa bersama teman wanitanya tanpa pernah memperdulikan mu apa lagi air mata mu yang jatuh untuknya.. apa kau tidak ingat rasa sakit yang kau rasakan pada saat kau tau bahwa ia tidak menyukaimu bahkan tidak pernah melihatmu dengan jelas.. sedangkan kau sibuk memperhatikan setiap detai dari dirinya.. apa kau tidak ingat?! apa rasa sakit itu kurang untuk membuatmu memiliki rasa jera menunggu dan menyayanginya?

Hei! enough!  kau tidak mengerti apa yang ku rasakan.. kau hanya memikirkan apa yang kau lihat, kau memang tidak pernah mengerti apa yang ku rasakan.. ya ku akui aku memang kecewa dengan sikapnya dan aku juga tidak memungkiri rasa sakit atas kenyataan itu.. tapi apa kau tau.. rasa sakit itu tidak akan membuatku jera untuk menyayanginya, aku telah putuskan untuk tidak menunggunya lagi.. karna aku tau bahwa ia tidak akan datang untuk menemuiku, ia tidak akan memiliki rasa yang sama dengan ku. Tapi aku tidak pernah memutuskan untuk tidak lagi menyayanginya.. bukankah jika kita tidak pernah jatuh maka kita tidak akan merasakan sakit  dan bukankah dengan jatuh kita belajar untuk kembali bangkit.. dia memang pernah mengecewakan ku dan aku memang pernah sakit karnanya..  tapi bukankah setiap manusia pernah membuat kesalahan, dan bukankah hati manusia di rancang untuk memaafkan kesalahan orang lain,..lalu ku tanyakan pada mu.. apa salah ku, jika aku memaafkan dan tetap menyayanginya, dan sedikit berharap bahwa ia akan melihat dan merasakan bahwa aku pernah menjadi bagian dari dirinya.
       Wow, kau terlalu menggunakan perasaan mu, seharusnya ku tau bahwa segal hal harus di fikirkan dengan terlebih dahulu, tidak bisa hanya menggunakan perasaan, sudahlah.. kita adalah satu, bukan kah hati dan fikiran seharusnya saling berkaitan? Untuk saat ini ku biarkan kau bertindak sesuai keinginanmu, karna masalah mu saat ini adalah cinta..hal yang taksanggup ku tangkap dengan nalarku, tapi jika kau mendapatkan masalah yang tak sanggup kau selesaikan , biarkan lah aku membantu mu, mengambil bagian ku untuk memecahkan masalah yang tak bisa kau selesaikan hanya dengan perasaanmu

Sabtu, 08 Februari 2014

apa dan kenapa?

Apa...?
Apa yang kamu mau?
Apa yang ada di pikiran mu?
Apa kau tak sadar bahwa apa yang sekarang kau  lakukan membuatku geram?
Apa kau tak ingat dengan perkataan mu dulu?
Apa kau tak sadar bahwa ucapanmu dulu sangat menyakitkan ku?
Apa yang kau rasakan?
Apa yang sebenarnya ada di hati mu?
Kenapa..?
Kenapa kau melakukan ini?
Kenapa harus aku?
Kenapa kau selalu membalikkan ke adaan?
Aaaagggh... terlalu banyak apa dan kenapa, terlalu banyak tanda tanya yang terlintas di otak ku, dan tak satupun jawaban yang ku dapat dari pertanyaan itu..

Aku tak mampu menanyakannya, bibir ku terlalu lemah untuk bertanya, meskipun serentet pertanyaan sudah mengepung di dalam otak, bukan hanya bibirku yang tak mampu, telinga dan hatiku juga sepertinya tidak siap mendengar jawaban atas pertanyaan itu, walau otak ku terus memburu demi mendapatkan satu jawaban yang pasti. Berbagai pikiran negatif mulai hadir, hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi mulai terbayangkan..  dan sekarang, bayangan ini mulai mengganggu ku, mulai mengusik tidur ku.. aku ingin ini semua cepat berakhir, adakan yang dapat membantuku mengakhiri ini?!

hmm..


hai hujan..
 kau tau.. hari ini aku menemui banyak hal baru, hal yang sedikitpun tak pernah ku ke ketahui sebelumnya.. hari ini aku juga mendapatkan teman baru, meski aku hanya dapat menjumpainya pada saat pagi datang..
 hm.. aku juga dapat masalah baru.. masalah yang ku pikir sudah ku bereskan dengan rapih tanpa ada satupun yang terlewat, dan hari ini... aku sudah melahap semua proposal yang di berikan pada ku, kau benar ternyata membuat laporan tak semudah yang di bayangkan, aku menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop untuk ini.
oh iya, aku bertemu dengannya.. kau tau apa yang ia lakukan kepada ku? sungguh menyebailkan! dia melakukan hal yang sama seperti yang pernah ku ceritakan pada mu waktu itu, aku tidak mengerti mengapa.. dan apa maksudnya, tapi yang pasti dia masih orang yang sama, orang  yang berani menggeser posisimu tanpa permisi.
Hujan.. aku bingung, aku tidak mengerti dengan perasaan ku saat ini, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, aku sudah menyerah dan mencoba berdamai dengan keadaan.. tapi mengapa yang ku dapat adalah hal yang tak pernah ku inginkan?
Hujan aku sungguh merindukan mu saat ini, aku membutuhkan mu..

Aku rindu suara mu, pulanglah.. kan ku ceritakan semua kepada mu.

Minggu, 02 Februari 2014

Bolehkah?

Kurasa langit bersekongkol dengan awan kelam malam ini...
Ya ini pasti ulah awan itu, entah apa yang awan katakan sehingga langitpun terhasut olehnya malam ini,
Awan ini sungguh menyebalkan!
 ia menyembunyikan bulan dari ku,!
ia menghalangi pandangan ku!

hei kau awan!
Apa salah ku pada mu? Sampai kau tak mengizinkan ku untuk melihat bulan..
Apa yang kau mau? Mengapa kau sembunyikan cahaya bulan dariku?
Mengapa kau begitu egois! Apa salah ku?!
Apa yang harus ku lakukan untuk mu.. agar kau berbaik hati membagi sedikit cahaya itu untuk ku,
Bagaimana lagi caraku meyakinkan mu.., bahwa aku tidak akan mengganggunya! Dan aku tidak akan mengambilnya darimu!!
Aku hanya ingin sedikit cahayanya, sedikiit saja... dan selebihnya akan ku serahkan padamu, ku biarkan itu jadi milik mu.. takkan pernah ku ganggu, sedikitpun tidak.
Jika cahaya itu terlalu berharga, dan aku tak pantas mendapatkannya, maka ku mohon izinkanlah aku melihatnya, izinkan aku memandangnya, memperhatikan setiap detail darinya, dan biarkanlah otakku merekam bayangnya, agar aku tetap dapat melihatnya, meski yang kulihat hanyalah sebuah bayangan, agar aku merasakan bahwa ia tetap ada disampingku, meski ku tau hal itu takkan pernah nyata.

Bolehka??
Maukah kau berbaik hati denganku?
Ku mohon untuk malam ini saja, mau kah kau beranjak dari singasanamu agar aku dapat melihatnya?


Maaf

Maafkan aku..
aku akan pergi untuk yang kedua kalinya,
maafkan aku, saat kau ada di dekatku aku tak pernah paham tentangmu,
maafkan aku, tak mau diri ini lukai hatimu.. namun diri ini tak ada daya,

Cinta...
biarkan aku jauh denganmu,
namun setiap denyutku adalah kepunyaan mu..
maafkan aku,
ini mungkin kali terakhirnya, namun kenanganmu selalu ada di lubuk hatiku.