Rabu, 29 Januari 2014

Kita adalah kita

Tergambar berpuluh wajah dalam benak,
Beribu ekspresi dalam ingat,
Berjuta rasa dalam hati,
Terpatri dengan kuat tak terganti,

Aku tak perduli ocehan angin,
Ku hiraukan bualan daun kering, kita adalah kita
Yang tau dan paham adalah kita
Bersenang kita tertwa, menggenggam  erat tangan pertemanan, bercengkrama bersama..
Dan sekali lagi kita hiraukan ocehan angin

Berdukanya kita tetap bersama, saling memeluk menghangatkan.
Mengecup kening saling menenangkan, kita hanyut dalam duka dan membuangnya bersama.
Terpatrinya keluarga kita bukan bualan, terciptanya rumah kita bukan hanya angan, apalagi rasa kita..
Bukan seperti janji politik yang menggemparkan, tetapi tidak berpondasi kuat.

Kita adalah kita..
Seperti enceran besi yang dibentuk tukang besi, di cetaknya dalam satu wadah cinta, di palunya dengan kuat di bentuk seperti kita, terkhir diasahnya hingga kita siap menjadi kita.

Kita adalah kita..
Terpadatkan layaknya baja,
Terusiknya kita adalah kesakitan si perusak
Mereka menyentil, maka kita membantai..

Kita adalah kita,

Seperti edelweis di daratan bersalju, terus merekah di tenggah keadaan yang mencekam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar