Sabtu, 18 Januari 2014

entah apa yang terjadi padanya

Sudah dua minggu ia diam,

Tidak ada sedikitpun kata keluar dari mulutnya, tidak ada tawa, bahkan tidak ada ekspresi yang tergambar di wajahnya.

Ia memiliki paras cantik, yang mampu membuat siapa saja yang memandangnya merasa enggan untuk sekedar memalingkan pandangan darinya, mata bulat berwarna hitam pekat, tawa khas dengan sedikit desahan, serta senyum manis yang dapat membius setiap oarang yang berada didekatnya, namun sekarang semua hilang terhalang oleh mendung yang menguasai wajahnya, kulitnya yang putih segar  kini pucat tak terurus.

Saat ini, folder adalah teman sejatinya dan maya adalah dunianya
Entah apa yang terjadi padanya, fisiknya sehat, hanya saja jiwanya sekarat,
Entah apa yang sudah membentur kepalanya hingga ia seperti ini, mungkin ini saat terpuruk untuknya, ini pilihannya.. tak ada yang dapat membantunya.
Mungkin maya mampu mengembalikannya seperti semula, maka saat ini.. ku biarkan ia terlena oleh maya, ku biarkan ia diam dan melakukan apapun yang ia mau, ku biarkan jarinya menari mengukir kata yang mungkin dapat membuatnya merasa bebas.

Tapi kan ku tampar ia.. jika ini berlangsung selamanya, ku tampar dan ku caci ia jika terus menganggap maya adalah dunianya yang asli, karena tuhan menciptakannya sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain utuk saling menjaga dan membantu, bukan sebagai makhluk individu yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar