Kamis, 30 Januari 2014

Apakah ini sebuah kebetuan?

Apa yang Tuhan mau..
Bagai mana cara yang Tuhan ingin kan.. tidak ada satu manusia pun yang akan mengerti, Tuhan selalu punya caranya sendiri.. ia tau mana yang terbaik untuk makluknya.. dan rencana apapun.. jika terdapat campur tangan Tuhan didalamnya tentu akan terasa sangat indah.. tidak ada satupun manusia yang tau apa yang Tuhan rencanakan..

Seperti sekarang.. aku tidak mengerti apa yang Tuhan inginkan.. apa yang Tuhan rencanakan.. mengapa Tuhan hadirkan dia lagi di hadapan ku.. di saat aku telah bersusah payah menghindarinya.. menghindar untuk tidak bertemu bahkan untuk sekedar menyapanya..

Aku tidak mengerti apa yg tuhan rencanakan.. , sekuat tenaga aku menahan diri untuk tidak mengetahui kabar tentangnya.. dengan berbagai cara mencoba menghilangkannya dari ingatan, mencari kesibukan disetiap, detik, menit dan hari yang ku miliki agar ku tidak memiliki waktu untuk mengingatnya..
dan sekarang di waktu dan saat yang tak pernah ku bayangkan.. ia membawa ku bertemu dengannya,
orang yang sudah dua minggu ku hindari..
orang yang sudah tak ingin ku dengar kabarnya..
orang yang tak ingin ku lihat wajahnya, meski rasa rindu berkecamuk dalam dada

sekarang.. orang ini di hadapanku.. menanyakan kabar dan memberi tau apa kesibukannya sekarang..
aagh,! ada di hadapannya, mendengar kembali suaranya, melihat tingkahnya.. semua hal yang terjadi membuat ku seakan tertarik kembali ke masa itu..
usaha untuk melupakannya,
usaha untuk menghilangknya, usaha untuk tidak mengetahui kabarnya.. sekarang tersa sangat sia-sia,  sangaaaat sia-sia

bertemu dengannya, duduk disampingnya, berbicara dengannya.. apakah ini sebuah kebetulan?
Sebuah kebetulan?? Setau ku.. semua hal yang terjadi sudah diatur olehNYA.. dan untukNYA tidak ada satu halpun yang tidak mungkin,jadi menurutku ini bukan sebuah kebetulan,

tetapi sekali lagi aku masih tidak mengerti apa maksud tuhan.., DIA memang maha membulak-balikan hati manusia.

                                                                             Kamu-

Rabu, 29 Januari 2014

menurut mu?

Menurutmu,
bagaimana rasanya menelan fitnah tanpa d beri kesempatan untuk membantah? Sakit? Sedih? Atau hanya bsa pasrah?
Kau tidk tau apa2 kawan.Kau harus merasakan seperti aku.

Menurutmu,
bagaimana rasanya tidak dapat mengenggam erat apa yang kita punya? Sakit? Sedih?Atau hanya bisa pasrah?
Pengalaman mu belum cukup kawan,kau harus ada d tempat ku untk tau hal ini.

Menurutmu,
bagaiman merasakan cinta hanya dalam waktu sekejap? Sakit? Indah? Menyedihkan?
Sebenerny apa yg kau alami d dunia kawan? Imajinasimu sungguh murahan! Kau harus dengar cerita pahitku,atau kau mau merasakan nya?

Menurutmu,
bagaimana rasanya hanya bs mencintai bayangan d setiap hela nafasmu? Menyedhkan? Menyenangkan? Atau biasa saja? Munafik kau kawan! Bgaimana kalau kta bertukar tempat supaya kau tau benar apa rasanya?Berani kau kawan?

Menurutmu,
bagaimana rasanya hampir mati lemas dalam timbunan tekanan? Menyakitkan? Berharapkah kau adanya pertolongan? Wah,,aku rasa kita harus benar2 tkar tempat kawan! Jawabmu.Hanya simpati belaka!

Menurutmu,
Bagaimana memeluk kecemasan bahkan dengan mata terttup? Gelisah? Sakit? Pilih mati? Tenang kawan aku tidak akan menyuruhmu bertkar tempat dengan ku,aku yakin kau akan merasakan nya sendri,tunggu saja.

Menurutmu,
bagaimana rasanya hanya mentipkan salam untkmu saat hujan turun? Bagaimana rasanya hnya dpt merasakan begitu dekatnya denganmu saat derasny hujan mulai tersentuh? Bagaimana rasanya menangis bersama rintihan hujan? Bagaimana rasanya mengetahui cinta untkmu tmbh liar tanpa ku perhatikan?

Akhiri ini semua kawan datanglah,tingallah d hati dan kehidupnku,sbgai engkau bukan sebagai bayangan.

Kita adalah kita

Tergambar berpuluh wajah dalam benak,
Beribu ekspresi dalam ingat,
Berjuta rasa dalam hati,
Terpatri dengan kuat tak terganti,

Aku tak perduli ocehan angin,
Ku hiraukan bualan daun kering, kita adalah kita
Yang tau dan paham adalah kita
Bersenang kita tertwa, menggenggam  erat tangan pertemanan, bercengkrama bersama..
Dan sekali lagi kita hiraukan ocehan angin

Berdukanya kita tetap bersama, saling memeluk menghangatkan.
Mengecup kening saling menenangkan, kita hanyut dalam duka dan membuangnya bersama.
Terpatrinya keluarga kita bukan bualan, terciptanya rumah kita bukan hanya angan, apalagi rasa kita..
Bukan seperti janji politik yang menggemparkan, tetapi tidak berpondasi kuat.

Kita adalah kita..
Seperti enceran besi yang dibentuk tukang besi, di cetaknya dalam satu wadah cinta, di palunya dengan kuat di bentuk seperti kita, terkhir diasahnya hingga kita siap menjadi kita.

Kita adalah kita..
Terpadatkan layaknya baja,
Terusiknya kita adalah kesakitan si perusak
Mereka menyentil, maka kita membantai..

Kita adalah kita,

Seperti edelweis di daratan bersalju, terus merekah di tenggah keadaan yang mencekam.

Minggu, 26 Januari 2014

ku harap kau beri hatimu

Saat kau membaca isi hatiku, mungkin aku sudah ditelan bumi, namun tak perlu kau sesali.. karena selama ini aku bahagia.
Hanya dengan menggoreskan wajahmu di dinding sanubariku, aku dapat bertahan hingga akhir waktu ku.
Terlihat pilu memang.. namun tak pernah ku sesalkan, sedikitpun tidak!
Ku harap kau tak merasa iba, karena aku tak pantas dikasihani,

Hanya aku yang tau siapa aku,
Dan kau....
Aku hanya berharap kau beri hati mu.
                                                                                                                Moon-


Nyatakah itu?

Aku bermimpi dalam sadar
Apa bila suatu saat hujan datang untuk menjemputku, ingin sekali ku menyentuhnya, kan ku ceritakan semua hal yang terjadi padaku saat ia tidak ada disisiku.. tanpa ada sedikitpun yang terlewat, ingin ku memeluk dan memberitaunya bahwa aku sangat merinduknnya.. dan ingin sekali ku memakinya karena ia tak kunjung datang untuk menjemputku.. hingga aku hampir lupa bagaimana rasanya menyentuh hujan,

........

hujan datang..
Aku menyambutnya dengan penuh suka cita, kedua tangan  ku rentangkan untuk menyetuhnya,
Dan disaat kami bercengkrama, tubuhku memucat, tangan dan kakiku membiru, aku tak perduli dengan semua hal itu, tidak ada yang boleh memisahkan ku lagi dengan hujan.
Aku terus menari bersama hujan, hingga akhirnya aku terjatuh bersamanya,

Nyatakah itu?

Aku takut..

Senin, 20 Januari 2014

Berbeda!

Hujan dan mentari adalah dua hal yang berbeda..
Mentari tidak akan pernah ada disaat derasnya hujan, dan hujan tidak akan pernah ada disaat teriknya sang mentari..
Mungkin.. mentari ada,
Tapi tidak disaat derasnya hujan terus membasahi, tidak disaat hujan terus mengukir kisahnya di sini, tidak disaat derasnya hujan terus mengalir menggambarkan kisah pilu tanpa henti.
Ada! mentari ada..
Tapi di sana..  bersembunyi seperti seorang pecundang yang hanya bisa lari disaat semua permasalahan bergantung padanya, mengilang disaat semua membutuhkan cahayanya, diam membisu disaat semua membutuhkan penjelasannya, dan lenyap seaakan tidak pernah ada kisah disini.
dan sekarang.. yang ada hanya hujan bukan mentari !
entah sampai kapan hujan akan terus bertahan.. dan entah sampai kapan mentari membisu.
yang aku tau.. hujan dan mentari tidak sama, mereka berbeda!

aku atau semua ini

Aku  jenuh dengan siang..
Aku bosan dengan malam..
Aku enggan dengan bualan..
Aku muak dengan omong kosong, dan aku mulai tidak percaya dengan janji...

Aku benci dengan keadaan seperti ini
Entah mengapa.. tapi yang pasti aku ingin semua ini cepat berakhir..
Bukan egois,
 Bukan tidak memiliki rasa syukur,
Bukan marah atau kekanak-kanakan, dan bukan berarti hidupku penuh dengan kebencian, hanya saja.. aku lelah.
Aku tidak mengerti mengapa semua ini belum berkhir,  entah apa dan siapa yang akan menang.. aku atau semua ini..  Dengan akal sehat aku ingin semua cepat berakhir, namun dengan hati.. aku ingin lebih dulu pergi, pergi meninggalkan segalanya, segala rasa yang berkecamuk di dada dan semua rasa yang bahkan tidak pernah aku rasakan, aku ingin lebih dulu pergi tanpa harus mengetahui apa akhir dari semua ini.

Manusia adalah makhluk yang mudah lelah.. dan aku..
Aku adalah manusia!!






Sabtu, 18 Januari 2014

entah apa yang terjadi padanya

Sudah dua minggu ia diam,

Tidak ada sedikitpun kata keluar dari mulutnya, tidak ada tawa, bahkan tidak ada ekspresi yang tergambar di wajahnya.

Ia memiliki paras cantik, yang mampu membuat siapa saja yang memandangnya merasa enggan untuk sekedar memalingkan pandangan darinya, mata bulat berwarna hitam pekat, tawa khas dengan sedikit desahan, serta senyum manis yang dapat membius setiap oarang yang berada didekatnya, namun sekarang semua hilang terhalang oleh mendung yang menguasai wajahnya, kulitnya yang putih segar  kini pucat tak terurus.

Saat ini, folder adalah teman sejatinya dan maya adalah dunianya
Entah apa yang terjadi padanya, fisiknya sehat, hanya saja jiwanya sekarat,
Entah apa yang sudah membentur kepalanya hingga ia seperti ini, mungkin ini saat terpuruk untuknya, ini pilihannya.. tak ada yang dapat membantunya.
Mungkin maya mampu mengembalikannya seperti semula, maka saat ini.. ku biarkan ia terlena oleh maya, ku biarkan ia diam dan melakukan apapun yang ia mau, ku biarkan jarinya menari mengukir kata yang mungkin dapat membuatnya merasa bebas.

Tapi kan ku tampar ia.. jika ini berlangsung selamanya, ku tampar dan ku caci ia jika terus menganggap maya adalah dunianya yang asli, karena tuhan menciptakannya sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain utuk saling menjaga dan membantu, bukan sebagai makhluk individu yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri!

Selasa, 14 Januari 2014

ah...! aku berharap menjadi aku yang dulu.

Tidak ada yang bisa kita pikirkan jika kita tidak melakukan apapun dalam kurun waktu yang terbilang sangat lama.
Tidak ada logika yang terpikir, tidak ada angka yang terjumlah, tidak ada rumus yang menari, benar-benar tidak melakukan apapun, dan tidak berpikir. Otak seperti tertarik dengan dunia maya yang tidak pernah habis.
Ingin memulai.. sayangnya tidak tahu dimana pangkalnya, memang tinggal beberapa hari saja, tetapi tetep saja terasa berat.
Aku yang dulunya tidak bersahabat dengan tv, kini aku setia dihadapannya.
Bayangkan, apa yang bisa ku lakukan saat masuk kuliah nanti, jika aku tetap seperti ini..

aaah...! aku berharap menjadi aku yang dulu.

Diam..

Aku hanya ingin diam
Hanya diam, bukan untuk mengahiri semua.
Cuma.... diam.

Aku hanya ingin mendengarkan waktu berbicara,
Bibirku lemah untuk berucap.
Kakiku tidak cukup kuat untuk melangkah, bahkan untuk menopang badanpun kurasa taksanggup.
Aku hanya ingin menunggu hujan datang,
Aku terlalu lelah mencari,

Aku mulai bosan dengan siang!
Aku muak dengan malam!
Aku benci dengan semua topeng ini!
Aku hanya ingin diam,
Tapi bukan untuk mengahiri semua,.

Senin, 13 Januari 2014

Aku harap ada kabar darinya

Aku mengingatnya disetiap bintang yang ku lihat
Aku merindukannya disetiap purnama yang datang
dan aku menginginkannya disetiap hujan tiba.

Kebahagiaan adalah rasa yang mudah tetapi sulit untuk dicari.
Tersenyum bukan berarti bahagia.
Diam bukan berarti kecewa
Tersenyum dalam kekecewaan adalah hal yang sulit..
Seringnya manusia bernapas panjang diluar kebiasaan, bisa diartikan sebagai kesusahan yang mendalam.
Kebersamaan adalah segalanya, namun ini adalah hal yang tersulit.
Sekeras apapun aku menginginkan kebersamaan, yang ku dapat hanyalah kosong.
Orang bilang dengan niat semua pasti bisa,
Tapi apa hanya dengan niat?
Bagaimana dengan tindakan?
Niat memang hal yang paling mendasar, namun tindakan adalah hal yang paling menentukan.
Kita tidak akan bertemu jika kamu tidak ada niat, niatpun tidak berguna tanpa ada tindakan nyata.

Disaat semua tengah terbuai maya, meraih angan yang tidak bisa dijangkau dalam nyata, aku masih tersadar menunggu kabar darinya, berharap tak ada satupun kesusahan yang hinggap dipundaknya.
Entah sedang apa si pemberi kabar seharusnya disana, ku harap semua bebannya hari ini telah selesai, dan diapun sedang turut ditimang maya bersama yang lain, sehingga aku bisa menyusulnya dengan tenang, ketika aku telah tersadar betapa bodohnya aku.
Tapi jika ia masih terjaga, aku harap ada kabar darinya.
Aku hanya ingin mendengar suaranya.
Ya Tuhan... lindungi dia dalam genggaman -Mu
Amin..

Aku tidak tahu siapa dia

Hujan, jangan marah ya jika aku menyukai bulan,
Karena aku tidak pernah menyukaimu,
Tapi aku mencintaimu..


Aku tidak tau  siapa dia,
Bagaimana wataknya, keluarganya, bahkan kebiasaannya.
Yang aku tau hanya aku senang berbicara dengannya, aku suka melihatnya, dan aku nyaman dengannya, dan entah mengapa..aku menganggap dia sebagai hujan.
Hujan yang tidak pernah berubah,
Meskipun aku tidak pernah tau apa dia akan berubah nantinya.